"E5 adalah pejantan karismatik namun pendiam, dan telah menghasilkan keturunan sebanyak 60 persen," kata Gibbs.
"Sedangkan E3 adalah pejantan yang pasif dan hampir tidak mengahsilkan keturunan. Sehingga posisi Diego menjadi sangat penting dalam program ini," lanjutnya.
Dikatakan oleh Gibbs, Diego memang memiliki keunikan sehingga bisa dengan mudah menarik para kura-kura betina.
Gibbs menjelaskan jika Diego memiliki kepribadian yang cukup agresif, aktif, dan vokal.
Sehingga hal tersebut membuat para betina tertarik dengan sang dewa reproduksi tersebut.
Punahnya kura-kura darat Galapagos
Diungkapkan oleh Gibbs, kepunahan terjadi karena para bajak laut dan nelayan sekitar tahun 1800-an diperboleh memburu sang kura-kura.
Disisi lain populasi kambing hutan yang cukup banyak juga telah merebut makanan kura-kura Galapagos.
Tak hanya itu, habitat kura-kura Galapagos juga banyak ditemukan telah rusak.
Tak hanya menambah populasi kura-kura Galapagos, penangkaran tersebut juga bertujuan untuk menyeimbangkan ekosistem Pulau Espanola.
Termasuk mengembangkan beberapa spesies kaktus sebagai makanan alami kura-kura Galapagos.
Morfologi cangkang kura-kura Galapagos yang unik memungkinkan mereka meraih batang kaktus yang tinggi.
Program penangkaran tersebut merupakan hasil kerjasama Badan Konservasi Galapagos dan Taman Nasional Galapagos.
Pusat penangkaran yang berlokasi di Santa Cruz dulunya adalah tempat dimana Charles Darwin mendirikan pusat penelitian satwa pada 1965 lalu.
Berebekal data yang tersedia sejak 1960 tentang pulau dan populasi kura-kura, para peneliti mengembangkan model matematika dengan proyeksi untuk 100 tahun ke depan.
"Kesimpulannya adalah bahwa pulau ini memiliki kondisi yang cukup untuk mempertahankan populasi kura-kura, yang akan terus tumbuh secara normal. Bahkan tanpa perlu mencari tempat baru untuk keturunan yang baru," ucap Washington Tapia, direktur Galapagos Giant Tortoise Restoration Initiative.
Baca: Penangkaran Rusa Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
Baca: Kisah Usaha Penyelamatan Hewan Peliharaan Kucing dan Anjing yang Jadi Korban Banjir
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)