"Sel anak kanker dari endometrium yang menyebar ke bagian kepala dan paru, jadi bukan tumor yang baru," kata Mayky Wongkar, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/9/2019).
Selain itu, Mayky menjelaskan kanker yang muncul dalam tubuh Ria Irawan diketahui muncul dari hasil MRI di bagian kepala.
Dari hasil MRI di bagian kepala Ria, ada massa tumor dan ada pula di bagian paru-paru.
"Massa tumor di bagian kepala itu menekan saraf otak istri saya yang mengakibatkan agak sedikit sulit berbicara dan kehilangan keseimbangan," ungkap Mayky.
Mayky menjelaskan tim medis melakukan tindakan radioterapi.
Baca: Mayky Wongkar Suami Ria Irawan Beri Penjelasan terkait Sel Kanker Istrinya, Sebut Bukan Tumor Baru!
"Jadi sebenarnya tumor itu dikecilkan saja untuk tidak menekan urat saraf di bagian kepala," jelas Mayky.
Ria Irawan nantinya akan menjalani terapi radiasi di kepala selama beberapa kali.
"Setelah itu nanti akan dilakukan sinar di kepala sebanyak 10 kali. Akan dilakukan namanya kemoterapi paliatif untuk bagian tubuh seperti paru dan sebagainya lah," kata Mayky Wongkar.
Kembali Dilarikan ke IGD
Pada Senin (18/11/2019) lalu, Ria Irawan kembali dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.
Ria Irawan dikabarkan kembali drop karena penyakit kanker yang dideritanya.
Baca: Jalani Terapi Radiasi di Kepala, Ria Irawan Dapat Kiriman Bunga Anggrek dari Presiden Joko Widodo
Mayky Wongkar pun menjelaskan kondisi kesehatan istrinya tersebut.
“Dia habis menjalani pengobatan, habis jalani radiasi, sama seperti kemarin keadaannya,” kata Ray pada Selasa, (19/11/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Sempat Kritis Sebelum Meninggal
Dikutip dari Kompas.com, Mayky Wongkar menyebutkan bahwa kondisi Ria Irawan sebelum meninggal memang sudah kritis.
“Memang sudah kritis, Mas,” ucap Mayky.
Ria Irawan mengembuskan napas terkahir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Selanjutnya, jenazah Ria Irawan akan dibawa ke rumah duka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Kompas.com/Dian Reinis Kumampung/Revi C Rantung)