Mien Sugandhi wafat dalam usia 85 tahun.
Perempuan bernama lengkap Siti Aminah Sugandhi ini lahir pada 28 Juli 1934.
Dia menjabat sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita pada era Presiden Soeharto, yaitu mulai 1993 hingga 1998.
Sebelumnya, pada tahun 1977 hingga 1993, politisi Partai Golkar ini menjabat sebagai anggota DPR.
Mien Sugandhi, Soeharto, dan Ibu Tien: Pesan yang Tak Tersampaikan
Mien Sugandhi mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (5/1/2020) malam.
Ia merupakan mantan Menteri Urusan Peranan Wanita di era Seoharto, serta Politisi Partai Golkar.
Dikutip dari Kompas.com, Mien menjabat sebagai menteri selama lima tahun di Kabinet Pembangunan VI, terhitung sejak 17 Maret 1993 hingga 16 Maret 1998.
Saat masih menjabat menteri, tepatnya 17 Agustus 1996, Mien dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.
Penghargaan itu diberikan untuk mereka yang berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara.
Mien dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Soeharto dan istrinya, Tien Soeharto.
Bahkan, sebelum meninggal dunia pada tahun 1996, Tien menyampaikan pesan melalui Mien supaya Soeharto tak lagi maju sebagai presiden.
Dikutip dari buku Pak Harto, The Untold Stories (2011), Mien menyebut bahwa pesan dari mantan Ibu Negara itu disampaikan dalam suatu acara Golkar.
"Tiba-tiba Ibu Tien berkata kepada saya, tolong katakan kepada... (Ibu Tien menyebut salah seorang petinggi Golkar), agar Pak Harto jangan menjadi presiden lagi.
Sudah cukup, sudah cukup, beliau sudah tua," kata Mien mengingat ucapan Tien.
Mien mengaku terkejut dan seketika berkata, "Lho Bu, kalau begitu siapa yang mumpuni untuk menggantikan beliau?"
"Biarlah itu diserahkan dan ditentukan oleh pemilu saja.
Aku sudah tidak mau lagi.
Aku mau pergi, aku lungo (pergi), pokok'e aku lungo," kata Tien.
Atas pesan itu, Mien lantas menyampaikannya ke politisi Golkar yang dimaksud Tien.