Banyak Terjadi Banjir, Waspadai Penyakit Leptospirosis atau Kencing Tikus yang Mudah Menyebar

Waspadai penyakit kencing tikus yang semakin mudah menyebar ketika banjir


zoom-inlihat foto
bayi-digigit-tikus.jpg
pixabay
ilustrasi tikus


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa hari ini banyak terjadi bencana banjir.

Salah satu wilayah terdampak banjir parah adalah DKI Jakarta dan beberapa kota di sekitarnya.

Mengingat banyak banjir yang terjadi, penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pasalnya, air banjir membawa berbagai macam kuman dan bakteri yang bisa memicu penyakit tertentu.

Baca: Kenali Jenis Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Baca: Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Bisa Picu Berbagai Penyakit, Mulai dari Depresi hingga Kematian

Kawasan permukiman di Ciledug Indah tergenang banjir Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman ini tergenang akibat luapan Kali Angke
Kawasan permukiman di Ciledug Indah tergenang banjir Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman ini tergenang akibat luapan Kali Angke (Warta Kota/Alex Suban)

Satu di antara penyakit yang semakin mudah menyebar ketika banjir ialah kencing tikus atau leptospirosis.

Dilansir dari Kompas.com, Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Interrogans.

Bakteri tersebut ada pada tikus.

Sementara itu, penyakit bisa ditularkan ketika kencing dan kotoran tikus larut dalam genangan banjir.

Leptospirosis bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet atau luka, dan makanan.

Penderita akan menunjukkan gejala leptospira selama dua minggu.

Meski demikian, dalam beberapa kasus, gejala mungkin tidak terjadi selama sebulan.

Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, seperti menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan nyeri otot.

Jika mengalami gejala tersebut, alangkah pentingnya untuk pergi ke dokter terdekat.

Dokter akan melakukan tes darah sederhana.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui antibodi.

Namun hasil itu bisa tidak akurat jika penderita memiliki riwayat penyakit dalam sistem tubuh.

Tes darah itu menjadi tidak akurat karena menunjukkan antibodi dari infeksi yang terjadi sebelumnya.

Oleh karena itu, biasanya dokter akan melakukan tes kedua beberapa waktu kemudian.

Baca: Kepulauan Riau

Baca: Kabupaten Natuna

ilustrasi  tikus
ilustrasi tikus (pixabay)

Dilansir Kompas.com dari WebMD, penyakit leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, seperti penisilin dan doksisiklin.

Dokter juga bisa saja merekomendasikan ibuprofen.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved