TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gibran Rakabuming Raka mantap terjun ke dunia politik dengan maju dalam Pilkada Solo 2020.
Putra pertama Presiden Jokowi inipun sudah mulai blusukan di berbagai tempat di Surakarta.
Terkait kebiasaan ini, bahkan Gibran mengaku bisa blusukan hingga lima kali dalam sehari.
"Sehari saya (blusukan) bisa lima atau enam tempat. Sudah sebulanan lebih," kata Gibran dikutip Kompas.com saat blusukan di RW 003 Kelurahan Gilingan, Solo, Jawa Tengah, Senin (30/12/2019).
Namun, langkah Gibran sempat dianggap sebagai curi start kampanye.
Baca: Setelah Makan Soto Bersama Puan Maharani, Gibran Gelar Pertemuan Tertutup dengan 15 Tokoh PDIP Solo
Baca: Gibran Rakabuming Buka Suara soal Tudingan Dinasti Politik seusai Calonkan Diri Jadi Wali Kota Solo
Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tidak bisa menindak Gibran.
Hal itu karena tidak ada aturan yang dilanggar oleh Bakal Calon Walikota Solo ini, mengingat tahapan Pemilu memang belum dimulai.
Dengan kata lain, Gibran sah-sah saja melakukan blusukan.
Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti menyampaikan, pihaknya tidak bisa melarang ataupun memperbolehkan.
"Selama mereka belum ditetapkan dan belum masa kampanye, KPU tidak bisa mengatur atau melarang," ujar Nurul.
"Biarlah mereka yang menilai dan masyarakat yang menilai sendiri," katanya.
Senada dengan KPU Kota Solo, Bawaslu Jateng juga tidak bisa menindak blusukan yang dilakukan oleh Gibran Rakabuming Raka.
Sebab, saat ini gibran masih merupakan bakal calon Walikota Solo.
Baca: Gibran Rakabuming Raka
Baca: Kaesang Pangarep
Komisioner Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin berkata, jika blusukan dari Gibran itu hanya untuk meningkatkan komunitas ataupun elektabilitasnya, itu tak masalah.
"Hanya untuk meningkatkan komunitas, elektabilitas dengan cara blusukan, kami tidak bisa melarang," jelas Rofiuddin.
"Kita juga tidak tahu apakah nanti dia bisa menjadi Calon Wali Kota atau tidak," katanya.
Bawaslu Jateng mengatakan, saat ini posisi Gibran masih menunggu keputusan dari partai politiknya.
"Saat ini dia (Gibran) masih mengikuti seleksi di partai politik," ujarnya.
Meski begitu, Bawaslu Jateng berpesan agar blusukan yang dilakukan Gibran tidak melibatkan aparat sipil negara (ASN), atau pun TNI-Polri.
"Kami juga berpesan, blusukan yang dilakukan tidak melibatkan pihak yang didorong Undang-undang harus bersikap netral," imbuhnya.
Baca: Gibran Rakabuming Resmi Maju Calon Wali Kota Solo, Pengamat Politik: Dinasti Politik Memang Terjadi
Baca: Gibran Rakabuming Maju Jadi Calon Wali Kota Solo, Pengamat Politik Ungkap Aspek Negatif dan Positif
Visi Misi Gibran Disampaikan setelah Rekomendasi PDIP Keluar
Gibran Rakabuming Raka mengaku belum akan menyampaikan visi misi secara terbuka sebelum mendapat rekomendasi dari DPP PDIP.
Hal itu diugkapkan Gibran dalam acara 'Salam Sapa dan Silaturahmi Bersama Gibran Rakabuming' di Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2020) malam, dilansir Kompas.com.
"Visi misi itu nanti saja. Program unggulan nanti saja," kata Gibran.
Putra sulung Presiden Jokowi tersebut menyebut visi misinya untuk menjadi Wali Kota Solo telah dikumpulkan saat dirinya mendaftar sebagai bakal calon wali kota di kantor DPD PDIP Jateng.
Ia juga menyebut telah memaparkan visi misi yang dimiliki saat mengikuti fit and proper test bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat kabupaten/kota di kantor DPD PDIP Jateng.
"Satu bundel visi misi kan sudah saya tumpuk di DPD PDIP kemarin. Sudah saya paparkan juga ketika fit and proper test," ucap Gibran.
Gibran menegaskan belum akan menyampaikan visi misinya secara terbuka sebelum rekomendasi turun.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (Tribunnews.com)