"Tolong kepadaak Pak Erric Tohir dan Pak Jokowi untuk segera diselesaikan permasalahan investasi milik BUMN ini. Selamatkanlah uang kami yang kami kumpulkan dengan susah payah tanpa KKN," ungkapnya.
Seperti diketahui, sejak 2018, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menunda pembayaran klaim JS Proteksi Plan, salah satu produk bancassurance Jiwasraya, karena perusahaan mengalami tekanan likuiditas.
Polis tersebut tersebar di 7 mitra bancassurance di antaranya Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Sosok Dirut Jiwasraya Asmawi Syam
Kejaksaan Agung ternyata telah memeriksa mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Asmawi Syam terkait kasus dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu pada Jumat (27/12/2019).
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Toegarisman mengungkapkan, Asmawi sebenarnya dijadwalkan diperiksa pada hari ini, Senin (30/12/2019).
Namun, Asmawi datang lebih dulu dan meminta diperiksa pada hari itu.
"Ternyata Pak Asmawi Syam Jumat sore kemarin, setelah salat Jumat, yang bersangkutan datang untuk diminta diperiksa karena hari ini ada acara atau kegiatan yang tak bisa ditinggalkan," kata Adi di Gedung Bundar, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Asmawi telah tuntas dilakukan pada Jumat itu.
Asmawi Syam dikenal sebagai pendekar bankir yang sukses menangani BRI.
Namun saat menjadi Dirut PT Jiwasraya, ia dicopot di tengah jalan.
Kementerian BUMN selaku pemegang saham PT Jiwasraya resmi mengangkat Hexana Tri Sasongko sebagai direktur utama Jiwasraya menggantikan Asmawi Syam, Nopember 2018 lalu.
Hexana sendiri sebelumnya menjabat sebagai direktur investasi dan teknologi Jiwasraya.
Asmawi Syam menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya mulai Jumat, 18 Mei 2018.
Kala itu Asmawi belum setahun memimpin PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), yang tengah disiapkan untuk menjadi asuransi umum.
Asmawi berlabuh ke Jiwasraya menggantikan Muhammad Zamkhani.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum berlabuh ke Jiwasraya, Asmawi sempat mengenyam posisi Kepala Divisi Umum Bank BRI, Kepala Divisi Consumer Banking Bank BRI, dan Direktur Utama Bank BRI (2015).
Berbicara Pendidikan Asmawi merupakan jebolan Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1979), dan Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, Bandung (2003).
Materi Pemeriksaan
Sementara itu, pada hari ini Kejagung memeriksa tiga orang saksi lainnya.