Warga yang melintas sigap melakukan pertolongan.
Selain ada yang membantu melepaskan kain rok, yang lain juga mencari pertolongan untuk mengevakuasi korban.
Tugiyanto menceritakan, ia mencari mobil ke rumah terdekat tapi pemilik tidak ada.
Saat itu, sebuah mobil Grand Max bak terbuka datang dari Utara.
Mereka menghentikannya dan meminta mobil mengantar ke rumah sakit terdekat.
Motor perempuan itu dititipkan ke bengkel las.
Pengendara Tewas
Namun takdir berkata lain.
Nyawa Sumiyem tidak tertolong lagi setiba di RSUD Wates menjelang pukul 14.00.
Pihak keluarga membawa pulang jenazah tak lama kemudian.
Kepala Dukuh Klewonan, Iin Widiarti membenarkan bahwa Sumiyem adalah warganya.
Ia seorang pedagang pasar yang rajin.
Sumiyem baru saja menghadiri hajatan di Jalan Josuto, Wates.
Anaknya menemani menghadiri hajatan itu.
"Anaknya sering membantu ibunya mengantar ke pasar," kata Iin, Senin (30/12/2019).
Keterangan dari pihak keluarga, kata Iin, Sumiyem memang mengenakan kebaya modern dengan rok yang memiliki sayap.
Saat berangkat, tidak ada masalah karena Sumiyem membonceng dengan cara duduk mengangkang.
Baca: Bus Sriwijaya Masuk Jurang 80 Meter di Liku Lematang Indah, 24 Penumpang Tewas, Berikut Kronologinya
Sebaliknya, ketika pulang Sumiyem membonceng sambil duduk menyamping.
"Anaknya sudah mengingatkan agar ibunya tidak duduk nyamping tapi melangkah. Tidak berapa lama kecelakaan terjadi," kata Iin.
Ia dan semua warga kini terus berdatangan ke rumah duka di Klewonan.