2. Thinking
Upayakan cari tahu jenis ular apa yang dilihat atau ditemui.
Jika tak mengetahui jenisnya, anggap ular tersebut merupakan ular berbisa tinggi.
Hal itu dilakukan agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
"Kalau memang tidak tahu itu ular apa, anggap saja itu ular berbisa tinggi. Jadi kita bisa lebih berhati-hati," ujar Elang.
3. Observation
Saat melihat atau bertemu ular, observasi sekeliling kita.
Hal ini dilakukan agar lebih aman dan mengetahui tempat yang aman untuk menyelamatkan diri.
"Melihat sekeliling. Nanti kalau misalkan lari atau menghindar, tahu tempat yang aman," kata Elang.
4. Prepare
Langkah terakhir, bersiap untuk menghindar dari ular tersebut.
Penanganan terhadap gigitan kobra
Baca: Ular Piton Raksasa
Baca: Fakta-fakta Ular Raksasa yang Hangus Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan: Bisa Tiru Suara Mangsa
Pakar Toksonologi dan bisa ular Dr dr Tri Maharani, M.Si SP, menjelaskan bagaimana cara penanganan terhadap gigitan ular kobra.
Tri, yang pernah ikut dalam tim pembuat pedoman penanganan gigitan ular berbisa dari WHO, menjelaskan, pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah:
- Melakukan imobilisasi atau membuat bagian tubuh yang digigit ular tidak bergerak dan segera membawanya ke rumah sakit.
- Lakukan pertolongan sesuai panduan WHO, seperti memberikan anticholinesterase.
- Anggota tubuh yang terkena gigitan ular jangan sampai dihisap atau disedot.
- Jangan menoreh atau mengeluarkan darah atau memijat bagian anggota tubuh yang terkena gigitan.
- Penanganan korban harus tepat secara medis. Oleh karena itu, tidak disarankan menggunakan obat herbal.
- Jika gigitan dan paparan bisa ular menyebabkan kecacatan pada korban, maka dapat diberikan pelatihan fisioterapi.
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Singgih Wiryono/Mela Arnani)