Kabupaten Madiun

Madiun salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan bela diri pencak silat


zoom-inlihat foto
lambang-kabupaten-madiun.jpg
Madiunkab.go.id
Lambang Kabupaten Madiun

Madiun salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan bela diri pencak silat




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COMKabupaten Madiun adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur.

Ada 15 kecamatan, 8 kelurahan, dan 198 desa di Kabupaten Madiun.

Kabupaten Madiun terkenal dengan bela diri pencak silat dan makanan khasnya, yakni pecel madiun.[1]

Baca: Kabupaten Bojonegoro

Baca: Kabupaten Banyuwangi

Peta Kabupaten Madiun
Peta Kabupaten Madiun (Commons.wikimedia.org)

  • Geografi #


Kabupaten Madiun terletak antara  7° 12 ' sampai dengan 7° 48 ' 30 ” Lintang Selatan

dan 111° 25 ' 45 ” sampai dengan 111° 51 ' Bujur Timur.

Madiun memiliki luas wilayah 1.010,86 Km2

Pendopo Kabupaten Madiun
Pendopo Kabupaten Madiun (Madiunkab.go.id)

Kabupaten ini terdiri dari 15 wilayah administrasi kecamatan dan 206 wilayah administrasi desa/kelurahan.

Batas administrasi Kabupaten Madiun sebagai berikut :

Utara : Kabupaten Bojonegoro

Timur : Kabupaten Nganjuk

Selatan : Kabupaten Ponorogo

Barat : Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi

Berikut daftar kecamatan di Kabupaten Madiun:

Kecamatan Balerejo

Kecamatan Dagangan

Kecamatan Dolopo

Kecamatan Geger

Kecamatan Gemarang

Kecamatan Jiwan

Kecamatan Kebonsari

Kecamatan Kare

Kecamatan Madiun

Kecamatan Mejayan

Kecamatan Pilangkenceng

Kecamatan Sawahan

Kecamatan Saradan

Kecamatan Wungu

Kecamatan Wonoasri[2]

  • Sejarah #


Ditinjau dari pemerintahan yang sah, Madiun berdiri pada 18 Juli 1568.

Madiun berawal dari masa pemerintahan Kesultanan Demak, ditandai perkawinan putra mahkota Demak bernama Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah, putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo.

Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke Desa Sogaten dan menggunakan nama baru, yakni Purabaya (sekarang Madiun).

Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati.

Pangeran Timur dilantik menjadi Bupati di Purabaya tanggal 18 Juli 1568,  berpusat di Desa Sogaten.

Sejak saat itu secara yuridis formal, Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati.

Pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang Kyai Rekso Gati atas nama Demak sejak 1518 pun berakhir.

Pada 1575, pusat pemerintahan dipindahkan dari Desa Sogaten ke Desa Wonorejo atau Kuncen,  

Pemerintahan berada di Wonorejo sampai tahun 1590.

Pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rangga Jumena) kepada putrinya bernama Raden Ayu Retno Dumilah.

Bupati menjadi senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur.

Pada 1586 dan 1587, Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya, namun Mataram menderita kekalahan besar.

Pada 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Dumilah beserta sejumlah kecil pengawalnya.

Perang tanding antara Sutawijaya dengan Raden Ayu Retno Dumilah dilakukan di dekat istana Wonorejo.

Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Dumilah dipersunting oleh Sutawidjaja.

Raden Ayu Retno Dumilah kemudian di bawa ke istana Mataram di Pleret.

Sebagai peringatan penaklukan Mataram atas Purbaya tersebut, maka pada 16 Nopember 1590, nama “Purbaya” diganti menjadi “Madiun.”[3]

  • Demografi #


Pada 2013, penduduk Madiun berjumlah 714.122 orang.

Sex ratio di Madiun adalah 100,29 atau menandakan bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dari perempuan.

Pada tahun yang sama, ada 7.353 kelahiran, 1826 kematian, 1.015 masuk dan 4.361 migrasi keluar.

Kepadatan penduduk Madiun adalah 706/km2.

Geger menjadi kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Sementara tingkat kepadatan penduduk terendah ada di Kecamatan Kare.

Menurut BPS, jumlah penduduk usia kerja pada 2013 adalah 515.500 jiwa, dengan jumlah angkatan kerja 360.085, mencatatkan angka TPT sebesar 4,70 dengan TPAK sebesar 69,85 persen.

Pertanian, kehutanan, perburuan dan perikanan menjadi sektor yang dominan menyerap tenaga kerja di Madiun.[4]

  • Visi dan misi #


Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2018-2023.

VISI

“Terwujudnya Kabupaten Madiun yang Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak”

MISI

1.   Mewujudkan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan aparatur Pemerintah Kabupaten Madiun.

2.   Mewuwjudkan Aparatur Pemerintah yang Profesional untuk meningkatkan Pelayanan Publik.

3.   Meningkatkan Pembangunan Ekonomi yang Mandiri Berbasis Agrobisnis, Agroindustri, dan Pariwisata yang Berkelanjutan.

4.   Meningkatkan Kesejahteraan yang Berkeadilan.

5.   Mewujudkan Masyarakat Berakhlak Mulia dengan Meningkatkan Kehidupatan Beragama, Menguatkan Budaya, dan Mengedepankan Kearifan Lokal.[5]

  • LambangLambang Kabupaten Madiun (Madiunkab.go.id) #


Lambang Kabupaten Madiun terdiri dari :

1.   Bentuk Seluruhnya merupakan Perisai : Lambang Pertahanan

2.   Bintang Bersudut 5 ( Lima ) : Lambang Pancasila

3.   Pohon Beringin : Lambang Kesentausaan dan Kehidupan

4.   Keris : Pusaka Nenek Moyang sebagai Lambang Kebudayaan

5.   Sayap : Lambang Kekuatan semangat mencapai cita-cita

6.   Padi dan Kapas : Lambang Kemakmuran Rakyat

7.   Warna-warna yang dipakai

·         Putih (Pita, Kapas) : Lambang Kesucian

·         Hijau (Beringin, Daun Kapas, Padi) : Lambang Penghargaan

·         Merah (Pangkal Sayap) : Lambang Keberanian

·         Kuning (Emas) Sayap, Padi,

·         Pinggiran, Pita, Bintang : Lambang Keluhuran

·         Hitam (Warna dasar) : Lambang Keabadian[6]

  • Pariwisata
    1. Waduk Widas
    2. Waduk Saradan dan Notopuro
    3. Waduk Dawuhan
    4. Waduk Kedungbrubus
    5. Hutan Grape
    6. Monumen Kresek/Madiun Affair 1948
    7. Taman Rekreasi Umbul
    8. Kebun Kopi Kandangan dan Air Terjun Seweru/Kedung Malem atau Air Terjun
    9. Serondo
    10. Peninggalan Sejarah Nglambangan
    11. Makam Kuncen
    12. Situs Sewulan
    13. Makam Mbah Moch Bin Oemar dan Masjid Al Muttaqin m) 
    14. Komplek Madiun Lama (Dusun Ngrawan Desa Dolopo Kecamatan Dolopo) n)
    15. Makam Patih Kutho Miring Dusun Gentong Desa Putat Kecamatan Geger
    16. Makam Ki Ageng Rendeng Desa Kincangwetan Kecamatan Jiwan
    #


(Tribunnewswiki.com/Febri)



Nama Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur
Luas 1.010,86 Km2
Letak astronomis 7° 12 ' - 7° 48 ' 30 ” Lintang Selatan dan 111° 25 ' 45 ” - 111° 51 ' Bujur Timur.
Hari jadi 18 Juli 1568
Jumlah kecamatan 15
Jumlah penduduk 515.500 (2013)


Sumber :


1. sippa.ciptakarya.pu.go.id
2. www.faktadaerah.com
3. madiunkab.go.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved