Miliuner Asal Jerman Cari 10 Orang untuk Menemaninya Hidup di Tempat Terpencil yang Ia Sebut 'Surga'

Pria miliuner asal Jerman membutuhkan 10 orang untuk tinggal bersamanya di pulau terpencil dan terisolasi di New Zealand yang ia sebut 'surga'


zoom-inlihat foto
karl-reipen-dan-iklannya.jpg
Stuff.co.nzd
Iklan Karl Reipen, pria asal Jerman ini diterbitkan dua kali oleh koran New Zealand Herald di mana ia mencari 10 orang untuk temani dia hidup bersama


Pada bulan Oktober 2000, berdasarkan Undang-Undang Investasi Luar Negeri, Reipen dilaporkan telah membeli sebuah fasilitas publik, Stasiun Pioi di Jalan Fraser Smith, Selandia Baru.

Bulan April tahun selanjutnya, perusahaan yang ia miliki, Awakino Fortune Limited, mendapat izin untuk mengelola perusahaan Awakino Heads, sebuah properti 'gabungan' yang juga berada di jalan yang sama.

Kedua properti tersebut kemudian merger dan berubah menjadi Awakino Estate.

Komisi Investasi Luar Negeri Selandia Baru menyatakan puas atas pengalaman dan kecerdasan yang dimiliki Karl Reipen dalam mengelola bisnisnya.

Karl Reipen juga dinilai berkomitmen dalam investasinya.

Reipen yang saat ini tinggal di Awakino telah dihubungi media setempat pada Rabu, (18/12) untuk konfirmasi atas hal tersebut.

Namun demikian, menurut asisten pribadinya, Karl Reipen tidak bersedia di ajak bicara dan sedang akan pergi untuk urusan bisnis.

Sampai berita ini dibuat, pertanyaan tertulis yang dikirim ke Reipen belum dijawab.

Karl Reipen tercatat juga memiliki organisasi amal bernama Karl Heinz Reipen Trust yang dilaporkan telah mengeluarkan sejumlah dana sekitar 500.000 USD di akhir Maret 2019.

Pada tahun 2010, Reipen menjual Stasiun Pioi yang memiliki luas sekitar 1100 hektar dengan harga 6 Juta USD.

Sementara pada tahun 2016, ia dilaporkan sempat menjual tanah miliknya yang saat ini ia pakai untuk mengundang orang-orang agar bisa tinggal bersamanya.

Properti miliknya, Awakino Estate tercatat dijual dengan harga 8,5 Juta USD, namun sampai saat ini -berdasarkan data- belum ada yang membelinya.

Beberapa sumber lokal menyebut pada tahun 2017, Kantor Investasi Luar Negeri Selandia Baru (OIO) menerima penawaran dari sebuah perusahaan luar negeri yang melirik properti Awakino Estate.

Namun pada Juli 2018, berdasarkan pernyataan manajer OIO, Vanessa Horne, mengumumkan bahwa penawaran tersebut ditarik kembali.

Baru-baru ini, tanah milik Karl Reipen kembali masuk pada bursa penjualan yang dikelola oleh agen jual beli properti, Bayleys Mark Monckton.

Saat dihubungi Stuff New Zealand, Rabu, (18/12), Monckton menyebut bahwa properti tersebut belum terjual.

Ia menambahkan bahwa agen miliknya sedang bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menjual properti tersebut.

Monckton menolak menjelaskan detail pribadi dari pemilik properti tersebut.

Baca: Melihat Kebersamaan Warga Muslim dan Yahudi Perangi Antisemitisme di Jerman

Baca: Lydia Kieven, Ahli Budaya Jawa Asal Jerman: Tersentuh Sosok Panji, Sempat Malu Ajari Warga Indonesia

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved