Viral Kobra Muncul Di Pemukiman, Panji Petualang Ungkap Alasan dan Cara Lakukan Pertolongan Pertama

Panji Petualang mengungkapkan alasan mengapa banyak ular kobra masuk pemukiman dan menjelaskan cara memberi pertolongan pertama pada gigitan ular.


zoom-inlihat foto
panji-petualang-3.jpg
YouTube/Call Me Mel
Menurut Panji Petualang, pertolongan pertama ketika digigit ular yang benar justru dengan memasang papan kayu pada area yang digigit.(YouTube/Call Me Mel)


"Ada metode sebenarnya secara medis yang dianjurkan adalah imobilisasi.”

“Itu WHO yang ngasih sarannya. Metode diisap itu tidak boleh dilakukan," ucap Panji.

Menurut Panji, pertolongan pertama yang benar justru dengan memasang papan kayu pada area yang digigit.

Panji Petualang 2
Menurut Panji Petualang, pertolongan pertama ketika digigit ular yang benar justru dengan memasang papan kayu pada area yang digigit.

Hal ini diterapkan layaknya orang yang mengalami patah tulang.

“Bukan diikat, tapi dibidai atau digip.”

“Semakin banyak gerak, akan semakin membuat bisa (racun) menyebar,” ucap Panji.

Membidai tangan adalah meletakkan pelat dari kayu seperti penanganan pada patah tulang.

Kemudian kayu tersebut diikat di bagian tubuh yang digigit.

Tujuannya adalah mencegah gerakan yang akan membuat racun beredar dalam tubuh.

Panji Petualang 3
Menurut Panji Petualang, pertolongan pertama ketika digigit ular yang benar justru dengan memasang papan kayu pada area yang digigit.(YouTube/Call Me Mel)

“Pada dasarnya, bisa ular bukan dari darah, tapi melalui kelenjar getah bening,”

“Sedangkan kelenjar getah bening bukan ada di pembuluh darah, tapi ada di bawah otot.”

“Semakin otot banyak bergerak, semakin racun bergerak juga," ujar Panji.

Selain itu, Panji menyarankan untuk tidak lagi mengikat bagian yang digigit dan agar tidak melakukan banyak gerak selama dirawat.

Sebelumnya warga melaporkan ular kobra di masjid, rumah, indekos, dan toko.

Laporan ini datang dari warga yang tinggal di Jember, Jakarta Timur, Depok, Surakarta, Klaten, hingga yang paling baru ada di Ngawi.

Tim SAR LPJ di Kabupaten Ngawi berhasil mengamankan 8 ekor anak ular kobra yang diduga sedang berburu tkus atau cicak di salah sau rumah warga di Desa Mantingan.im SAR LPJ di Kabupaten Ngawi berhasil mengamankan 8 ekor anak ular kobra yang diduga sedang berburu tkus atau cicak di salah sau rumah warga di Desa Mantingan.
Tim SAR LPJ di Kabupaten Ngawi berhasil mengamankan 8 ekor anak ular kobra yang diduga sedang berburu tkus atau cicak di salah sau rumah warga di Desa Mantingan.im SAR LPJ di Kabupaten Ngawi berhasil mengamankan 8 ekor anak ular kobra yang diduga sedang berburu tkus atau cicak di salah sau rumah warga di Desa Mantingan. (Dok. SUYONO)

Dikabarkan Kompas.com, Selasa siang (17/12/2019), Tim SAR LPJ Ngawi mendapat laporan keberadaan ular kobra.

"Pemilik rumah melapor ke tim SAR karena sudah membunuh tiga ekor anak ular."

"Khawatirnya masih ada di rumah," ujar ketua Tim SAR LPJ Suyono.

Setelah dilakukan pencarian, tim SAR menemukan delapan ekor anak ular kobra yang tersebar di hampir seluruh ruangan rumah.

Diperkirakan, ular kobra tersebut baru menetas beberapa hari.

(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved