Lightsaber menjadi senjata andalan masing-masing kubu light side dan dark side.
Namun, kali ini Walt Disney Studios memberikan peringatan bahwa kilatan cahaya lightsaber dalam film ini dapat berpengaruh pada penonton yang mengidap epilepsi fotosensitif.
Paparan kilatan cahaya dalam film tersebut dapat memicu kejang dan migrain bagi mereka yang peka terhadap cahaya.
Mengutip dari Halodoc, epilepsi fotosensitif diartikan sebagai kondisi kejang yang dipicu oleh lampu berkedip atau pola cahaya dan gelap yang kontras.
Baca: FILM - Port Authority (2019)
Baca: FILM - Truth and Justice (2019)
5. Sinopsis
Film ini masih berkisah tentang perseteruan antara dark side dengan light side.
Latar dalam cerita Star Wars: The Rise of Skywalker terjadi setelah The Last Jedi.
Kaum perlawanan alias The Resistance di bawah Princess Leia (Carrie Fisher) yang selamat harus menghadapi First Order sekali lagi untuk menentukan nasib mereka.
Dari semua yang masih tersisa, Princess Leia meminta bantuan pada seluruh penghuni galaksi.
Dengan jumlah armada yang semakin bertambah, pasukan mereka akan menjadi lebih kuat.
Hal yang mengejutkan adalah masih hidupnya sosok Emperor Palpatine.
Sebelumnya, sosok ini telah dibunuh oleh muridnya sendiri.
Pertarungan apik antara light side dan dark side alias Rey dan Kylo Ren (Adam Driver) akan tersaji dalam film ini.
Rey yang menjadi generasi Jedi baru menolak untuk bergabung bersama Kylo Ren dalam dark side.
Hal ini menjadikan Kylo Ren yang sebelumnya sudah bersimpati pada Rey menjadi marah.
(TribunnewsWiki.com/Yonas)