Setelah berpindah mobil, akhirnya para menteri bisa menyusul Presiden Jokowi ke lokasi peninjauan di puncak bukit.
Hujan gerimis masih turun di lokasi ini.
Presiden memegang payung sendiri untuk melindungi diri dari hujan rintik-rintik.
Adapun para menteri tak ada yang mengenakan payung.
Sambil memandangi kawasan perbukitan yang nantinya akan disulap menjadi ibu kota itu, Jokowi tampak berdiskusi dengan para pembantunya serta Gubernur Kaltim Isran Noor.
Kondisi jalanan yang becek membuat sepatu Jokowi dan para pembantunya dipenuhi lumpur.
Saat akan menyudahi peninjuan, Jokowi sempat membersihkan sendiri sepatunya dengan menggesek-gesekkan bagian bawahnya ke bebatuan.
Setelah selesai meninjau lokasi, Presiden memberi keterangan kepada wartawan.
Ia mengaku puas dengan lokasi ibu kota baru ini.
"Jadi yang jelas lokasinya sangat mendukung sekali untuk sebuah kota yang smart city, kompleks city, kemudian green city," kata Jokowi.
Jokowi menyebut lokasi yang berkontur perbukitan tak akan menyulitkan dalam membangun ibu kota baru.
Justru kontur perbukitan bisa memudahkan pekerjaan arsitek.
"Kalau arsitek atau urban planner diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang.”
“Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali," kata Jokowi.
(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com)