TRIBUNNEWSWIKI.COM - Disinggung soal BUMN, Rocky Gerung akui ogah pimpin, hanya mau bubarkan.
Pengamat politik Rocky Gerung mengaku dirinya ogah apabila diminta menjabat sebagai Direktur Utama BUMN.
Hal tersebut disampaikannya lewat chanel YouTube Rocky Gerung Official, pada Rabu (11/12/201).
Rocky Gerung justru menyebut adanya unsur politis yang menyebabkan kebangkrutan sejumlah perusahaan BUMN.
"Kenapa beberapa BUMN bangkrut?
Bukan sekedar missed management, karena disuruh untuk mencari uang politik," ucap Rocky Gerung dari YouTube Rocky Gerung Official, pada Kamis (12/12/201), dikutip dari Tribun Jakarta.
"Enggak bisa, direksi itu proksi aja, diajukan di situ," imbuhnya.
Menurutnya, oara jajaran direksi harus bertanggung jawab soal kebangkrutan perusahaan BUMN itu.
"Jadi memang secara audit keuangan misalnya pasti direksi bertanggungjawab," kata dia.
Namun, dalam audit di BUMN, Rocky Gerung sekali lagi menyinggung adanya unsur politik yang diikutsertakan.
"Tapi kita mesti tahu politik Indonesia di belakang audit keuangan mesti ada audit politik," ungkap Rocky Gerung.
"Bahkan audit politik partai karena sangat masuk akal uang itu mengalir ke partai politik," imbuhnya.
Saat ditanya bersediakah menjadi direktur utama salah satu perusahaan BUMN, Rocky Gerung langsung menolak.
Ia mengaku lebih memilih membubarkan perusahaan BUMN dibandingkan harus memimpinnya.
"Saya bubarin tuh," kata Rocky Gerung sambil tertawa.
"Saya bersedia untuk membubarkan bukan untuk memimpin," imbuhnya.
Rocky Gerung menilai beberapa perusahaan BUMN memang harus dibubarkan.
Pasalnya menurut pria bujang itu perusahaan tersebut hanya dijadikan sebagai mesin pencari uang oleh sebuah partai politik.
"Beberapa BUMN memang harus dibubarkan," kata Rocky Gerung.
"Karena jadi mesin pencari uang aja kan buat partai politik," imbuhnya.