Kisah 4 Perempuan Simpanan yang Bisa Mengubah Sejarah Dunia dan Memiliki Pengaruh Politik

Berikut adalah kisah 4 perempuan simpanan yang bisa merubah sejarah dunia karena memiliki pengaruh politik yang besar pada masanya.


zoom-inlihat foto
ilusrasi-wanita-perempuan-simpanan-zodiak.jpg
pixabay.com
Ilustrasi - kisah 4 perempuan simpanan yang bisa merubah sejarah dunia karena memiliki pengaruh politik yang besar pada masanya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belakangan topik mengenai perempuan simpanan mantan Dirut Garuda Indonesia banyak diperbincangkan publik.

Selain menjadi simpanan pimpinan maskapai berplat merah, sang perempuan simpanan ini disebut memiliki tabiat kurang baik.

Misalnya melakukan perawatan kecantikan menggunakan uang negara, hingga dicap sebagai 'pengadu'.

Berbeda dengan perempuan simpanan Ari Askhara, 4 perempuan simpanan raja ini justru berperan mengubah sejarah dunia.

Baca: Pengakuan Karyawan Pelindo III Soal Ari Askhara, Kebijakan Aneh hingga Remunerisasi Tertutup

Baca: Ari Askhara Tak Mengaku Menyelundupkan Moge di Garuda Indonesia hingga Akhirnya Terbongkar

Meskipun demikian, 4 perempuan simpanan ini juga mengalami nasib tragis.

Terlebih, resiko menjadi perempuan simpanan adalah 'tersembunyi' dan tidak dinikahi oleh sang pujaan hati.

Dikutip dari History.com, berikut kisah 4 perempuan simpanan yang bisa mengubah sejarah dunia tersebut:

1. Diane de Poitiers

Diane de Poitiers
Diane de Poitiers (history.com)

Diane de Poitiers adalah seorang perempuan yang lahir dari keluarga bangsawan Prancis pada tahun 1499.

Diane de Poitiers dikenal karena memiliki paras yang cantik.

Selain itu dirinya adalah sosok cerdas yang mempelajari pendidikan humanis.

Hal tersebut membuat Diane de Poitiers cocok bersanding dan mendampingi seorang raja Renaissance.

Pada usia 15 tahun, Diane menikah dengan seorang perwira kerajaan bernama Louis de Brézé, yang memiliki jarak usia 40 tahun.

Posisi sang suami tersebut memungkinkan Diane menjadi dayang dari Ratu Claude.

Diane kemudian menjadi dayang favorit istana dan menjadi pendamping sang ratu ketika melahirkan pangeran Henri II.

Diane juga diperintahkan untuk mendidik dan mengurus pangeran yang kelak akan menggantikan tahta sang Ayah tersebut.

Pada 1531, Diane menjadi janda dan pada 1533 hubungan pernikahan Henri II dengan Catherine de 'Medici juga tak berjalan dengan baik.

Hingga pada 1538 Henri dan Diane menjalani hubungan romansa yang penuh gairah.

Setelah Henri naik tahta pada 1547, Diane kerap memberikan nasihat dan masukan kepada sang kekasih mengenai politik.

Diane bahkan menulis surat-surat kerajaan dan menandatanganinya dengan 'HenriDiane'.

Pada masa tersebut Diane telah banyak membantu dalam kejayaan kerajaan pada kepemimpinan Henri II.

Henri memberikan banyak kepercayaan kepada Diane, bahkan memberinya gelar Duchesse de Valentinois (1548) dan Duchesse d’Etampes (1553).

Henri bahkan memberikan Diane Kasitil Chenonceau dan Mahkota Permata Perancis.

Namun ketika Henri II meninggal dunia karena kecelakaan dalam sebuah turnamen pacuan kuda, Diane diusir dari kerajaan oleh Medici.

Diane meninggal pada usia 66 tahun dengan kecantikan yang tidak pudar.

2. Aspasia Miletus

Aspasia of Miletus
Aspasia of Miletus (history.com)

Aspasia of Miletus adalah perempuan simpanan seorang negarawan Yunani kuno, Pericles.

Nama Aspasia muncul dalam berbagai tulisan-tulisan Plato, Aristophanes, Xenophon dan penulis Athena klasik lainnya.

Aspasia diperkirakan keturunan koloni Ionia Miletus sekitar 470 SM sebelum pindah ke Athena.

Aspasia kemudian menjadi hetaera atau perempuan penghibur dan mengurus rumah bordil.

Setelah bertemu debgan Pericles, sang politisi tersebut membawa Aspasia pergi hingga keduanya dikaruniai seorang putra.

Sebagai orang asing, pemerintah Athena tidak mengizinkan Aspasia dan Pericles menikah secara resmi.

Baca: Pramugari Garuda Akui Eks Dirut Garuda Ari Askhara Ada Pramugari Simpanan: PR Berlaku Semena-mena

Baca: Meggy Wulandari Perlahan Ikhlas Jadi Istri Kedua Kiwil : Ladang Ibadah, Asal Bukan Simpanan

Menurut Plutarch, Pericles sangat mencintai Aspasia hingga sang politisi tersebut meninggal dunia.

Aspasia merupakan sosok paling berpengaruh dalam sikap politik Pericles.

Aspasia kerap memberikan masukan mengenai masalah politik dan militer bersama Pericles.

Plato bahkan sempat bercanda mengenai sosok Aspasia yang digambarkan sebagai orator terampil dan kerap berbicara blak-blakan.

Dikabarkan pula bahwa Aspasia adalah penulis pidato Pericles yang disampaikan selama Perang Peloponnesia.

Meskipun tidak memiliki bukti tertulis, namun ketika bersama Aspasia, Pericles mencapai masa kejayaannya.

Pericles bahkan bisa menciptakan era emas demokrasi di bawah kedua tangannya, yang mungkin juga dibantu oleh Aspasia.

3. Lola Montez

Lola Montez
Lola Montez (history.com)

Eliza Rosanna Gilbert adalah seorang perempuan cantik yang lahir di Irlandia pada 1818.

Eliza digambarkan sebagai sosok perempuan yang sangat cantik.

Eliza menikah secara sembunyi-sembunyi ketika masih remaja dan menghabiskan beberapa waktu di India.

Namun beberapa tahun kemudian pernikahan Eliza hancur berantakan.

Sekitar 1843, Eliza melakukan debut sebagai penari spanyol di panggung London dengan nama Lola Montez.

Setelah tampil di berbagai ibu kota Eropa, Lola Montez berakhir di Munich dan menjadi selir raja Jerman yang sudah tua bernama Ludwig I dari Bavaria.

Ludwig I kemudian menjadikan Lola Montez seorang bangsawan, dibangunkan sebuah istana, dan memberinya tunjangan hidup besar.

Selama lebih dari satu tahun, Lola memerintah Bavaria dengan keras, memata-matai dan menghancurkan hidup para pengkritik.

Hal tersebut memicu pergerakan revolusioner besar hingga membuat Ludwig I turun tahta pada 1848.

4. Barbara Palmer

Barbara Palmer
Barbara Palmer (history.com)

Baca: Viral Chat Facebook (FB) Suami Ajak Chek-in Wanita Simpanan, Istri Syok Ternyata Adiknya Sendiri

Baca: Adik Kriss Hatta Beri Klarifikasi Soal Isu Perselingkuhan dengan Dirut Garuda, Cyndyana: Ini Fitnah

Barbara Palmer adalah selir Raja Charles II paling keji.

Barbara lahir di dalam keluarga yang sederhana sekitar 1640.

Pada usia 19 tahun, Barbara menikah dengan Robert Palmer dan tinggal di Belanda.

Daerah tempat tinggal Barbara dan suaminya merupaka tempat Charles II diasingkan selama masa pemerintahan parlementer Oliver Cromwell.

Karena menaruh simpati, Barbara dengan cepat menjadi kekasih Charles II.

Ketika Charles II kembali ke London, dirinya turut membawa Barbara ke dalam kerajaan.

Suami sah Barbara hanya bisa pasrah, dan oleh karena itu dirinya diberi gelar bangsawan oleh Charles II.

Ketikan menjadi selir Charles II, Barbara dikenal memiliki kontrol pemerintahan yang kuat.

Bahkan dominasai Barbara tak luntur ketika Charles II menikah dengan Catherine dari Braganza.

Barbara bahkan menunjuk dirinya sendiri menjadi Lady of the Bedchamber, posisi yang memberinya gaji tinggi.

Selain itu posisi tersebut membuat Barbara memiliki akses khusus dan kuat di pengadilan.

Barbara berperan menjadi perantara bagi rakyat yang ingin mendapatkan bantuan dari kerajaan.

Barbara juga pernah merebutkan gelar kerajaan untuk putranya, meskipun belum diketahui apakah sang putra merupakan anak Charles II atau bukan.

Hal tersebut lantaran Barbara juga memiliki hubungan gelap dengan beberapa pria diantaranya John Churchil, leluhur Winston Churchil.

Pada 1674 Barbara diusir dari istana dan meninggal dunia pada 1709 diusia 68 tahun.

Beberapa keturunannya yang terkenal diantaranya adalah Putri Diana, Princess of Wales.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved