Kisah 4 Perempuan Simpanan yang Bisa Mengubah Sejarah Dunia dan Memiliki Pengaruh Politik

Berikut adalah kisah 4 perempuan simpanan yang bisa merubah sejarah dunia karena memiliki pengaruh politik yang besar pada masanya.


zoom-inlihat foto
ilusrasi-wanita-perempuan-simpanan-zodiak.jpg
pixabay.com
Ilustrasi - kisah 4 perempuan simpanan yang bisa merubah sejarah dunia karena memiliki pengaruh politik yang besar pada masanya.


Eliza Rosanna Gilbert adalah seorang perempuan cantik yang lahir di Irlandia pada 1818.

Eliza digambarkan sebagai sosok perempuan yang sangat cantik.

Eliza menikah secara sembunyi-sembunyi ketika masih remaja dan menghabiskan beberapa waktu di India.

Namun beberapa tahun kemudian pernikahan Eliza hancur berantakan.

Sekitar 1843, Eliza melakukan debut sebagai penari spanyol di panggung London dengan nama Lola Montez.

Setelah tampil di berbagai ibu kota Eropa, Lola Montez berakhir di Munich dan menjadi selir raja Jerman yang sudah tua bernama Ludwig I dari Bavaria.

Ludwig I kemudian menjadikan Lola Montez seorang bangsawan, dibangunkan sebuah istana, dan memberinya tunjangan hidup besar.

Selama lebih dari satu tahun, Lola memerintah Bavaria dengan keras, memata-matai dan menghancurkan hidup para pengkritik.

Hal tersebut memicu pergerakan revolusioner besar hingga membuat Ludwig I turun tahta pada 1848.

4. Barbara Palmer

Barbara Palmer
Barbara Palmer (history.com)

Baca: Viral Chat Facebook (FB) Suami Ajak Chek-in Wanita Simpanan, Istri Syok Ternyata Adiknya Sendiri

Baca: Adik Kriss Hatta Beri Klarifikasi Soal Isu Perselingkuhan dengan Dirut Garuda, Cyndyana: Ini Fitnah

Barbara Palmer adalah selir Raja Charles II paling keji.

Barbara lahir di dalam keluarga yang sederhana sekitar 1640.

Pada usia 19 tahun, Barbara menikah dengan Robert Palmer dan tinggal di Belanda.

Daerah tempat tinggal Barbara dan suaminya merupaka tempat Charles II diasingkan selama masa pemerintahan parlementer Oliver Cromwell.

Karena menaruh simpati, Barbara dengan cepat menjadi kekasih Charles II.

Ketika Charles II kembali ke London, dirinya turut membawa Barbara ke dalam kerajaan.

Suami sah Barbara hanya bisa pasrah, dan oleh karena itu dirinya diberi gelar bangsawan oleh Charles II.

Ketikan menjadi selir Charles II, Barbara dikenal memiliki kontrol pemerintahan yang kuat.

Bahkan dominasai Barbara tak luntur ketika Charles II menikah dengan Catherine dari Braganza.

Barbara bahkan menunjuk dirinya sendiri menjadi Lady of the Bedchamber, posisi yang memberinya gaji tinggi.





Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved