TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasib sial dialami seorang pelaku pencurian yang membawa kabur sepeda motor curiannya.
Hal itu terjadi lantaran motor curiannya secara tak sadar ia jual kepada sang pemilik motor.
Pada awalnya, pria bernama Muhfid (42) membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi W 2328 BI yang diparkir di sebuah warung di depan sebuah pabrik di Dusun Tanggungan, Lamongan, Jawa Timur.
Pelaku pencurian membawa kabur motor tersebut lantaran masih terdapat kunci kontak sepeda motor yang tertinggal.
Pemilik motor dalam hal ini lupa mencabut kunci motor miliknya, seperti dilansir oleh Kompas.com, (10/12/2019).
Sang pemilik motor yang merupakan korban pencurian berinisial DL (35), warga Dusun Tanggungan, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Pelaku Jual Motor via Jejaring Sosial
Alih-alih berhasil membawa kabur motor curiannya, Muhfid tertangkap pemilik motor setelah dirinya tak sadar menjual kepada pemiliknya.
Sebelumnya, usai mendapatkan motor curiannya, pelaku menjual motornya melalui jejaring media sosial, Facebook.
Pelaku menjual di Facebook melalui kanal info jual-beli motor yang banyak terdapat di jejaring media sosial tersebut.
Baca: Soal Penyelundupan Moge Harley, Garuda Indonesia Kena Denda dan Harus Bayar Sanksi hingga 100 Juta
Baca: Bertahun tanpa Kejelasan, Kasus Novel Baswedan Segera Diungkap: sudah Temukan Alat Bukti Signifikan
Korban Mencari Motornya via Jejaring Sosial
Tak disangka, korban yang merupakan pemilik motor memantau jejaring sosial yang sama dan melihat motornya ditawarkan oleh pelaku.
Korban pun mengetahui dan bergegas melakukan komunikasi dengan pelaku via Facebook.
Korban berpura-pura hendak membeli motor tersebut.
"Jadi, motor tersebut oleh pelaku dijual secara online, melalui info jual-beli motor yang ada di Facebook. Dan ternyata posting-an itu diketahui oleh korban, yang kemudian mengajak chating pribadi dengan berpura-pura hendak membeli motor tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Wringinanom, Aipda Dwi Rahmanto, saat dihubungi, Senin (9/12/2019).
Negosiasi Pelaku dan Korban
Pelaku tidak merasa curiga terkait identitas pembeli motor curiannya.
Dilaporkan oleh Dwi Rahmanto, pelaku kemudian melanjutkan komunikasi dengan korban terkait negosiasi harga.
Pelaku dan korban kemudian bersepakat untuk mengadakan pertemuan.
Di luar percakapan, korban menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan.