Tanpa ada yang menyerahkannya, Liza akan dibawa ke panti asuhan setempat dan diadopsi setelah dia meninggalkan rumah sakit.
Saat itulah seorang ibu di rumah sakit bernama Inna Nika mendengar Liza menangis.
Inna ke rumah sakit mengunjungi putranya yang baru saja menjalani operasi.
Selama kunjungan Inna ke rumah sakit, dia selalu mendengar tangisan Liza dari kamar perawatan.
“Anak saya dan saya memutuskan untuk melihat,” kata Nika kepada surat kabar Rusia, Argumenty i Fakty.
“Kami masuk, (dan) di atas seprai putih… terletak seorang gadis berkulit gelap yang menawan. Melihat kami, ia menangis lebih keras. ”
Gadis kecil itu, tentu saja, Liza.
Melihat bayi Liza sendiri di rumah sakit, naluri keibuan Nika muncul.
Baca: Kisah Ibu Donasi ASInya padahal Bayi Meninggal 3 Jam Setelah Lahir: Saya Ingin Selamatkan Bayi Lain
Dia bertanya kepada perawat tentang masalah Liza.
Dan setelah mengetahui bahwa anak itu dibuang orangtua kandungnya dan kelak akan dibawa ke panti asuhan, Nika tahu Liza butuh bantuan.
Jadi, ibu berhati mulia ini mulai rutin mengunjungi Liza kecil setiap kali dia pergi ke rumah sakit.
Nika selanjutnya menghujani dengan hadiah dan barang-barang penting seperti mainan, pakaian, makanan dan popok untuk Liza.
Namun, suatu hari, Nika yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Liza, terkejut saat menemukan tempat tidur Liza sudah kosong.
Ternyata, dokter yakin bahwa Liza telah pulih cukup bagi mereka untuk memindahkannya ke panti asuhan.
Pada saat itulah Nika menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada gadis kecil itu.
Jadi, dia bergegas ke kamar bayi dan memberi tahu staf bahwa dia ingin mengadopsi anak itu.
Walaupun itu mungkin keputusan impulsif, itu bukan keputusan yang akan disesali Nika - seperti yang akan dikatakan waktu.
Selama bertahun-tahun, perempuan yang peduli membantu Liza mengatasi masalahnya.
Dia bahkan mengalihkan pindah tempat kerja agar bisa berada di dekat Liza untuk mengajar anak itu cara berjalan, berbicara, dan makan.
Meskipun Liza berusia dua tahun pada saat diadopsi Nika, namun ia tidak seterkembang balita seusianya.