"Datang ke lokasi periksa kesehatan, langsung dihibur dipeluk-peluk, dikuatkan, ditanyain mau tidak tinggal di sana, kemudian ibunya tanya, mau ngapain di sana, boleh bantu-bantu masak, kemudian ibunya langsung mengiyakan, terus nangis," tutur Candy.
Candy menuturkan, anak Sumarsih kemungkinan tahu ibunya dibawa menuju ke Griya PMI Peduli.
"Waktu dijemput, anak laki-laki tahu, tapi pura-pura tidak tahu," tandasnya.
Cerita versi Sumarsih
Baca: 5 Zodiak yang Punya Potensi Jadi Ibu yang Baik: Aries Rela Berkorban, Pisces Sangat Lembut
Baca: Menyesal Terlena Jadi Istri Orang Kaya, Sarita Abdul Mukti Berpesan untuk Calon Ibu Rumah Tangga
Ketika dilakukan cek fakta oleh TribunSolo.com, Sumarsih mengatakan dirinyalah yang berinisiatif pergi dari rumah.
Hal tersebut dilakukannya setelah mendengar sang menantu menginginkan Sumarsih pergi dari rumah.
Sumarsih mengatakan, hal tersebut dipicu dari pertengkaran antara anak laki-lakinya dengan istrinya.
"Pagi sudah bertengkar sama istrinya, terus saya bilang, sudahlah mengapa pagi-pagi ini bertengkar, terus saya diingatkan, ibu jangan ikut-ikut," tutur Sumarsih.
Sumarsih menduga pertengkaran itu karena menantunya menginginkan dirinya untuk pergi dari rumah.
"Menantu saya minta saya pergi atau dia yang pergi, tapi itu hanya saya dengarkan saja, tidak saya jawab, hanya saya dengarkan," terangnya.
Sumarsih mengaku dia langsung merapikan pakaian-pakaian yang bisa dia bawa.
"Saya merapikan pakaian, terus saya bilang : 'tidak usah bertengkar, aku pergi saja'. Tapi (saat itu) saya tidak tahu mau pergi ke mana, ke tempat siapa," akunya.
Cerita versi sang anak
Putra Sumarsih, Tri Wahyu Pamuji (34) memberikan cerita yang lain.
Tri mengatakan jika Sumarsih sudah tinggal bersamanya selama dua tahun karena faktor ekonomi sang ibu yang berada di titik lemah.
"Dulu itu ibu saya memang mampu, tapi karena kemampuannya, dia melupakan saya, sampai sekolah saya bayar sendiri, itu sampai saya lulus SMA," ucap Tri kepada TribunSolo.com, Rabu (4/12/2019).
"Terus saya menikah, karena saya belum mapan, namanya anak yang belum mapan ikut orang tua, pingin tinggal sendiri belum bisa, terus saya disuruh pergi, tidak boleh ikut," lanjutnya.
Ekonomi Sumarsih berada di titik terendahnya saat kakak kedua Tri sakit.
"Kakak saya sakit, habis-habisnya orang tua saya, ya, sakitnya kakak saya sama karena cucunya yang sangat nakal," ujar Tri.
"Sampai dia itu utang yang nutup itu saya padahal saya sudah disuruh pergi sudah tidak dianggap anak, mana ada ibu tega nyuruh pergi anaknya waktu anak belum mampu," tambahnya.