Cerita Bos Samsung Indonesia, Lee Kang Hyun, Uangnya Macet di Jiwasraya Rp 8,2 Miliar

Jerat gagal bayar polis asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) rupanya tak hanya menimpa warga negara Indonesia saja.


zoom-inlihat foto
peramsalahan-jiwasraya.jpg
Kolase TribunnewsWiki/Tribunnews.com
Jiwasraya dan Bos samsung Indonesia


Jerat gagal bayar polis asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) rupanya tak hanya menimpa warga negara Indonesia saja.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jerat gagal bayar polis asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) rupanya tak hanya menimpa warga negara Indonesia saja.

Akibar polemik gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya ini nama Indonesia menjadi pertaruhan di dunia Internasional.

Dilansir dari Kompas.com, ada ratusan warga negara Korea Selatan, juga warga negara lain seperti warga negara Malaysia dan Belanda juga menjadi korban dari kasus gagal bayar polis asuransi pelat merah, Jiwasraya.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 7 Desember 2019: Libra Dapat Kabar Baik, Pisces Perlu Istirahat Emosional

Total nilai dana yang terancam gagal bayar tersebut mencapai Rp 502 miliar.

Para korban pun mengadu ke Komisi VI DPR RI.

Satu dari rombongan yang berjumlah 48 orang tersebut merupakan Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan di Indonesia.

Ia adalah Lee Kang Hyun yang juga menjabat sebagai VP Samsung Indonesia.

VP Samsung Indonesia ini mengaku sudah menjadi nasabah Jiwasraya sejak tahun 2017.

Dana Lee yang macet di Jiwasraya tersebut mencapai Rp 8,2 miliar.

Lee Kang Hyun, warga negara Korea Selatan yang juga menjabat sebagai VP Samsung Indonesia sekaligus Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan ketika ditemui wartawan di Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Lee Kang Hyun, warga negara Korea Selatan yang juga menjabat sebagai VP Samsung Indonesia sekaligus Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan ketika ditemui wartawan di Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (4/12/2019). (KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)

"Semuanya total Rp 16 miliar. Yang Rp 8 miliar sudah dicairkan, nah yang Rp 8,2 miliar masih di Jiwasraya," ujar dia ketika ditemui wartawan sebelum melakukan audiensi dengan Komisi VI, Rabu (4/12/2019).





Halaman
123
Penulis: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved