Pabrik Ponsel Ilegal Diungkap Polisi, Modus Pakai Ruko, Omzet 12 M, Distributor Seluruh Indonesia

Kepolisian Jakarta Utara mengungkap sindikat penjualan ponsel ilegal di sekitar Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara.


Pabrik Ponsel Ilegal Diungkap Polisi, Modus Pakai Ruko, Omzet 12 M, Distributor Seluruh Indonesia
Tribun Jakarta
Ponsel ilegal 


Kepolisian Jakarta Utara mengungkap sindikat penjualan ponsel ilegal di sekitar Kompleks Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara.

Handphone yang sudah jadi kemudian dipasarkan di Indonesia tanpa adanya izin postel. Selain suku cadang, NG juga mengimpor handphone siap pakai dari Cina untuk dijual kembali dengan harga tertentu.

NG juga mempekerjakan tiga anak di bawah umur dalam pabrik handphone ilegalnya ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, NG disangkakan melanggar empat undang-undang.

Keempatnya yakni, undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pasal 32 undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi, undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, serta undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Jadi distributor ke seluruh Indonesia

Pabrik handphone ilegal berkedok ruko di Penjaringan, Jakarta Utara, bisa memproduksi hingga 200 barang sehari.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, handphone ilegal yang telah jadi kemudian dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Pasar terbesarnya masih berada di sekitaran DKI Jakarta.

"Dipasarkan hampir di seluruh Indonesia, jadi tidak hanya di Pulau Jawa saja. Di luar Pulau Jawa pun mereka pasarkan," kata Budhi, Senin (2/12/2019).

NG selaku pemilik pabrik mengimpor suku cadang pembuatan handphone dari Cina.

Ketika selesai dirakit, ia mematok harga satu unit handphone antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.





Halaman
1234
Editor: haerahr




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved