Pihak kepolisian masih mencari satu orang pelaku ini pada Senin waktu setempat.
Keterangan Suami
Jeremy King, sang suami dan pemilik rumah mengatakan, dia (si perampok) akan mati jika tak memikirkan ada perempuan yang hamil 8 bulan.
Ia mengaku melihat kedua perampok membawa pistol dan sempat menembaknya sekali.
"Mereka datang dengan membawa dua buah pistol, sayangnya, senjata AR-ku menghentikannya, " ujar Jeremy King, kepada Bay News 9.
"Istriku melakukan itu karena melihat mereka (para perampok) akan membunuhku, " kata Jeremy.
Jeremy King mengalami luka retak di bagian areal mata dan rongga hidung , serta gegar otak yang kemudian mendapat 20 jahitan.
Diakui oleh Jeremy King, dirinya di rumah bersama istri dan anak pertamanya yang berumur 11 tahun.
Sang anak berada di rumah saat kejadian perampokan terjadi.
Ia dan istrinya mengaku tidak tahu menahu identitas perampok rumahnya.
Pihak kepolisian akui hal yang dilakukan perampok bukan sesuatu yang spontan.
"Keluarga ini juga menjadi target mereka", ujar Frank Losat.
Jenazah Pelaku Telah Dievakuasi
Sedangkan jenazah satu orang pelaku yang tewas telah dievakuasi oleh kepolisian.
Deputi kepolisian menjelaskan identitas pelaku berumur sekitar 20an.
Namun identifikasi lebih rinci, masih akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)