Liga 2 2019 Berakhir: Klub Legendaris menjadi Juara hingga Gagalnya Sriwijaya FC Promosi ke Liga 1

Tiga tim promosi ke Liga 1 2020 yakni Persik Kediri, Persiraja Banda Aceh, dan Persita Tangerang. Sedangkan Sriwijaya FC gagal naik kasta.


zoom-inlihat foto
tigat-tim.jpg
Media resmi Liga Indonesia dan Kompas.com
Persik Kediri, Persiraja Banda Aceh, dan Persita Tengerang promosi ke Liga 1 2020.


Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, mengkritik wasit setelah timnya kalah dari Persita Tangerang dalam semifinal Liga 2 2019.

Langkah Sriwijaya FC untuk mendapatkan satu tiket promosi ke Liga 1 2020 sedikit tertunda.

Hal tersebut dikarenakan Sriwijaya FC kalah dari Persita Tangerang dengan skor 2-3 melalui babak adu tendangan penalti pada semifinal Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (22/11/2019).

Kedua tim tersebut sebelumnya bermain imbang tanpa gol pada 90 menit waktu normal.

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, angkat bicara setelah timnya dikalahkan Persita Tangerang.

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi (tengah), bersama pemainnya Akbar Zakaria (kiri), dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Blitar Bandung United, Minggu (4/8/2019).
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi (tengah), bersama pemainnya Akbar Zakaria (kiri), dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Blitar Bandung United, Minggu (4/8/2019). (Kompas.com)

Ia mengucapkan selamat kepada Persita Tangerang yang lolos ke final Liga 2 2019 dan promosi ke Liga 1 2020.

Meski begitu, eks pelatih Kalteng Putra itu juga kecewa dengan kepemimpinan wasit Zetman Pangaribuan.

Menurutnya gol Sriwijaya FC yang dicetak oleh Rizky Dwi Ramadhana sah.

Namun dianulir wasit asal Jakarta itu karena ada pelanggaran yang terjadi sebelumnya.

"Selamat untuk Persita Tangerang yang lolos ke Liga 1," kata Kas Hartadi.

"Kami menguasai jalannya pertandingan. Seharusnya ada satu gol yang terjadi tapi itu sudah keputusan wasit. Saya melihat dari rekaman ulang bahwa itu tidak handball oleh salah satu pemain Sriwijaya FC,” ucap Kas Hartadi menambahkan.

Kas Hartadi berharap agar ke depannya wasit bisa lebih teliti lagi dalam mengambil keputusan pada sebuah pertandingan.

Kegagalan Sriwijaya FC juga karena faktor kartu merahnya Bobby Satria pada awal babak tambahan pertama usai menekel keras penyerang Persita Tangerang, Redi Rusmawan.

Baca: PSSI Pastikan Lepas Simon McMenemy, Inilah Kandidat Pengisi Kursi Pelatih Timnas Indonesia

Baca: Bakal Bertemu Shin Tae-yong, PSSI: Suporter Jangan Kecewa Pelatih Timnas Bukan Luis Milla

"Mengenai adu penalti, menurut saya kami kurang beruntung saja. Sebenarnya kami sudah antisipasi tendangan adu penalti sebelum ke semifinal," kata Kas Hartadi.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Kas Hartadi dan anak asuhnya. Pasalnya, sejak awal musim ini, Sriwijaya FC diproyeksikan kembali ke kasta tertinggi.

Nyatanya, Sriwijaya FC gagal.

Mereka harus menunggu setidaknya satu musim lagi untuk "naik kelas".

Kas Hartadi selaku peracik strategi pun tidak bisa berkomentar banyak.

Ia hanya bisa mengucapkan permohonan maaf atas hasil yang mengecewakan ini.

Kas Hartadi
Kas Hartadi (Bolasport.com)

Sebagai bentuk pertanggungjawabannya, ia menegaskan siap dievaluasi manajemen.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved