Jalur persenjataan KKB Papua
Baca: G30S 1965 - Angkatan Bersendjata: Instruksi Pengumpulan Senjata Api Milik Sipil
Baca: Anggota TNI Gugur di Papua, Moeldoko Sebut Ada Pihak Coba Provokasi Aparat, 10 Pucuk Senjata Disita
Garis perbatasan negara dan garis pantai Papua sangat luas dan panjang tidak mungkin bisa dijaga selama 24 jam.
Oleh karena itu, amunisi KKB berpeluang mendapatkan pasokan amunisi dari luar wilayah Papua.
Menurut Aidi, sisa senjata dan amunisi kerusuhan Ambon dan Poso juga diduga disalurkan ke Papua.
Sebab dari tangan perusuh, senjata dan amunisi belum semuanya berhasil ditarik kembali ke negara.
"Kemungkinan sebagian besar disusupkan masuk ke Papua," tutur Aidi.
Selain konflik dalam negeri, konflik yang terjadi di Filipina juga menjadi peluang sumber pasokon amunisi dan senjata ke Papua.
TNI juga curigai tokoh kampung atau adat terlibat
Aidi menyebutkan, ada dugaan keterlibatan tokoh-tokoh Papua yang mendukung KKB Papua.
Indikasinya adalah beberapa tokoh Papua diam dan tidak bereaksi ketika kelompok separatis melaksanakan serangkaian tindakan kekerasan, pembantaian, penyerangan, pemerkosaan dan lain-lain.
Namun, saat negara bertindak mengerahkan aparat keamanan TNI-Polri, para tokoh adat beramai-ramai melancarkan protes, mengkritik, memaki, dan memfitnah.
Bahkan para tokoh yang diduga terlibat dengan KKB, meminta TNI-Polri ditarik dari Nduga.
"Jadi bukan tidak mungkin para tokoh Papua tertentu berada di balik pergerakan KKB Papua di hutan," kata Aidi.
TNI dan Polri tangkap Iris Murib
TNI dan Polri berhasil menyergap petinggi KKB Papua, Iris Murib pada Kamis (21/11/2019) di Kali Pindah-pindah, Jalan Trans Timika-Nabire, Distrik Iwaka.
Iris Murib ditangkap sekitar pukul 14.21 WIT, ketika masih mempersiapkan perayaan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.
Iris Murib ditangkap saat mencari amunisi terkait rencana aksi 1 Desember 2019 tersebut.
Dikatakan oleh Irjen Paulus Waterpauw, penangkapan Iris Murib dilakukan oleh Tim Khusus Polda Papua dan Satgas Nemangkawi.
Diterangkan oleh Paulus, Iris Murib yang sempat melakukan perlawanan terpaksa ditembak, supaya tidak melarikan diri.
"Sekarang sudah di RS Bhayangkara Jayapura guna menjalani perawatan," kata Paulus.