Niat Sedekah Jual Soto Rp 1.000 setelah di-PHK, Wanita Asal Sragen Ini Kini Bisa Beli Mobil Sendiri

Awalnya niat sedekah dengan jualan soto murah Rp 1.000 setelah diPHK, wanita ini kini malah bisa beli mobil sendiri.


zoom-inlihat foto
soto-sewu.jpg
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Niat Sedekah Jual Soto Rp 1.000 setelah di-PHK, Wanita Asal Sragen Ini Kini Bisa Beli Mobil Sendiri


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Awalnya niat sedekah dengan jualan soto murah Rp 1.000 setelah diPHK, wanita ini malah bisa beli mobil.

Inilah kisah wanita asal Sragen yang jual soto murah Rp 1.000 setelah diPHK, niatnya sedekah kini malah bisa beli mobil sendiri.

Sedekah ternyata memang memiliki keajaiban yang tak bisa disangka-sangka.

Banyak kisah yang menjelaskan khasiat dari bersedekah yang ternyata mampu mendatangkan rizki yang lebih banyak.

Salah satunya dialami oleh Wanita asal Sragen ini.

Baca: Kisah Penjual Sayur Kuliahkan Anaknya ke Amerika Setelah Gagal 53 Kali, Jadi Orang Tua Hebat 2019

Baca: Pria Ini Sembelih Ayamnya karena Tak Bisa Bertelur, Kaget Temukan Harta Karun Ini Senilai Rp 70 Juta

Sukarni (46), wanita asal Sragen yang awalnya berniat sedekah dengan jualan soto murah Rp 1.000 kini malah bisa beli mobil sendiri.

Ia awalnya merupakan salah satu pekerja pabrik tekstil di Purwosuman, Bulu, Sidoharjo.

Namun bersama dengan 1.500 pekerja lainnya ia terkena PHK masal pabrik tersebut.

Maka ia pun harus memutar otak untuk mencari penghasilan lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Warung soto sewu milik Sukarni yang berada di Kampung Ringin Anom, Sragen Kulon RT 5, samping Jalan Raya Slamet Riyadi, Sragen.
Warung soto sewu milik Sukarni yang berada di Kampung Ringin Anom, Sragen Kulon RT 5, samping Jalan Raya Slamet Riyadi, Sragen. (TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI)

Setelah diPHK ia bingung mau bekerja sebagai apa.

Lantas sang suami menyarankan untuk berjualan soto berharga Rp 1.000.

Awalnya Sukarni tak bisa memasak, namun karena diberikan resep oleh mertuanya, ia pun bisa mulai berjualan soto.

"Setelah kena PHK massal di pabrik saya ya luntang-lantung nggak ada kerjaan, lalu suami saya menyarankan untuk berjualan soto seribu, ya saya jawab aku nggak bisa masak, akhirnya dikasih resep masak sama mertua saya," terang Sukarni dikutip TribunnewsWiki dari Tribunjateng.com.

Saat masih awal berjualan banyak yang mencibir soto Sukarni.

Banyak yang mempertanyakan tentang rasa soto karena harganya cuma seribu.

Namun ternyata setelah orang-orang mencoba maka banyak yang ikutan untuk berjualan soto dengan harga seribu juga.

"Dulu awal-awal buka ya banyak yang ga suka, pada tanya enak ga tuh soto kok cuma seribu. Setelah saya buka itu juga banyak yang ikut-ikutan bikin soto seribu," lanjut Sukarni.

Delapan tahun silam sekitar tahun 2011, Sukarni membuka warung soto di kediamannya yang beralamat di Kampung Ringin Anom, Sragen Kulon RT 6.

Karena letak rumahnya yang kurang strategis berada di dalam kampung, soto Sukarni sepi dan hanya tetangga sekitar yang membeli.

"Dulu di rumah saya nggak seramai disini, yang beli juga tetangga-tetangga sekitar rumah, sehari dapat Rp 80 ribu saja senangnya minta ampun," lanjut dia.

Baca: Pria Ini jadi Pemulung karena Kapalnya Lenyap, Kini Kaya Mendadak Temukan Benda Ini di Tempat Sampah

Baca: Tak Sadar Temukan Benda Bernilai Rp 475 Juta, Pria Ini Malah Menghancurkannya, Akhirnya Menyesal

Merasa letak rumahnya yang tidak strategis, akhirnya Sukarni pindah ke rumah mertua yang hanya beda RT berada tepat dipinggir jalan raya yang tak jauh dari rumahnya.

Selama hampir empat tahun di tempat baru yang kini berada di pinggir jalan raya Slamet Riyadi Sragen Kulon warungnya mulai ramai.

Omzet penjualan Sukarni juga lebih banyak dibanding dirumahnya. Hari-hari biasa Sukarni mendapat penghasilan kotor Rp 800 ribu dari pukul 11.00 hingga malam.

Bahkan Sukarni pernah mendapat penghasilan kotor Rp 2,6 juta saat berjualan pada hari Minggu.

Warung soto sewu Sukarni buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga malam, hanya saja ketika pagi, Heni adik dari suami Sukarni, Ninut Iswinanto (49) yang menjaga. Sedangkan Sukarni menjaga warung dari pukul 11.00 hingga malam.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani (Warung soto sewu milik Sukarni yang berada di Kampung Ringin Anom, Sragen Kulon RT 5, samping Jalan Raya Slamet Riyadi, Sragen.)

Ketika ditanyai takut rugi atau tidak menjual soto dengan harga seribu Sukarni menjawab tidak.

Sukarni juga menyebut bahwa niatnya berjualan soto murah tersebut merupakan sedekah.

Bahkan ia menyebut sekarang bisa beli mobil sendiri.

"Alhamdulillah nggak takut rugi, ngitung-ngitung sodaqoh lah. Nyatanya bisa kok sampai sekarang malah Alhamdulillah sudah beli mobil," lanjut dia.

Sukarni yang juga memiliki dua orang putra ini kini sudah memiliki dua karyawan yang membantunya melayani pelanggan.

Sukarni juga mengatakan pembelinya merata dari semua kalangan dari mulai anak sekolah, ibu-ibu, karyawan hingga pegawai.

"Merata kok yang datang kesini, anak sekolah, ibu-ibu karyawan. Biasanya ramai itu jam-jam tertentu makan siang sama menjelang magrib," lanjut dia.

Ilustrasi soto
Ilustrasi soto (TribunnewsWiki/Indah)

Tidak hanya menjual soto dalam porsi kecil, Sukarni juga menjual soto porsi besar dengan harga Rp 3 ribu.

Salah satu penikmat soto sewu Sukarni, Dwi Candra siswi SMK Muhammadiyah 4 Sragen mengaku sudah biasa datang ke warung soto sewu Suwarni.

"Sudah biasa datang kesini, kalo sekali makan biasanya makan dua porsi yang seribuan," kata Dwi.

Selain harga soto yang ramah di kantong pelajar, Dwi dan temannya mengaku rasa soto seribu ini juga cocok di lidah.

Bersama sate-satean dan gorengan Dwi biasa menikmati soto sewu Sukarni.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/TribunJateng/Mahfira Putri Maulani)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved