Setelah melakukan kerokan, area yang dikerok akan tampak memar dan berwarna kemerahan (petechiae).
Area itu akan terasa lebih hangat dari bagian tubuh lainnya, sehingga tubuh akan terasa lebih relaks.
Metode ini relatif aman dilakukan karena belum pernah ditemukan adanya efek samping yang berbahaya.
Kerokan mudah dilakukan dengan berbagai manfaat bagi tubuh.
Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya.
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus atau timbul keluhan setelah kerokan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Fakta Ilmiah Kerokan
Dikutip dari Banjarmasinpost.co.id, berikut sejumlah fakta ilmiah tentang kerokan:
1. Memperlebar Pembuluh Darah
Dengan kerokan, pembuluh darah yang tadinya menyempit kini melebar, terutama di bagian punggung yang pembuluh darahnya kulitnya paling panjang dan menyebar.
Saat tubuh dikerok, pembuluh kapiler yang ada di permukaan kulit akan pecah.
Ini membuat pembuluh darah di sekitarnya jadi melebar.
Melebarnya pembuluh darah tadi ditandai dengan membesarnya diameter vaskuler dan adanya perpindahan sel darah putih.
2. Menghasilkan Endorfin
Mengapa kulit yang dikerok bisa jadi merah-merah?
Ternyata ini terjadi karena penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah sudah kembali lancar seperti semula.
Saat dikerok, uang koin ditekan ke kulit dan menyebabkan adanya pemaparan jaringan endotel yang merangsang tubuh untuk menghasilkan endorfin.
Nah, endorfin yang dilepaskan tubuh inilah yang membuat tubuh jadi lebih segar setelah dikerok.
3. Efek Buruk Kerokan
Namun, kerokan ini memiliki efek buruk, teman-teman. Karena bisa membuat ketagihan dan selalu ingin dikerok ketika kita masuk angin.
Padahal bila terlalu sering kerokan, bisa mengakibatkan kulit iritasi, mudah terserang virus dan bakteri.(*)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy