Banyaknya kunjungan wisatawan ditakutkan akan berpengaruh pada kelestarian hewan langka, seperti komodo di Pulau Komodo dan kura-kura terbesar di dunia yang ada di Kepulauan Galapagos.
"Dengan keunikan dan keistimewaan dari pulau-pulau ini, memanfaatkan pariwisata sebagai potensi uang memang masuk akal."
"Namun, apakah kamu semua harus pergi ke sana?", tulis Fodor's Travel.
Bukan larangan, tapi imbauan
Seberapa jauh pemerintah dan komunitas lokal berupaya menjaga destinasinya, menurut Fodor's Travel, patut diperhatikan oleh setiap turis.
Hal tersebut juga dinilai lebih penting ketimbang menandai daftar impian petualangan.
Namun demikian, Fodor's Travel menulis bahwa keputusan diserahkan kepada pembaca karena pembaca yang merencanakan perjalanan sendiri.
"Oleh karena itu, yang ditampilkan dalam No List bukan daftar terlarang."
"Sebaliknya, ini adalah janji ketika kita benar-benar membahas tujuan yang disebutkan di sini, di tempat yang menakjubkan, kita akan berwisata dengan bertanggung jawab," tulis Fodor's Travel.
Wisata di beberapa negara selain Indonesia juga tak lepas dari pembahasan Fodor's Travel.
Destinasi terebut seperti Angkor Wat di Kamboja, Hanoi Train Street atau jalur kereta di Hanoi, Vietnam, Barcelona di Spanyol, dan Big Sur di California.
No List atau daftar destinasi yang lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi dari Fodor's Travel berfokus pada isu lingkungan, etika, dan terkadang politik.
"Untuk tahun ini, seperti yang kami lakukan tiap tahun, kami fokus pada destinasi dan isu yang membuat kita beristirahat sejenak."
"Masalah-masalah yang mendasarinya adalah masalah-masalah yang akan kita hadapi satu dekade mendatang," tulis Fodor's Travel.
Di bagian akhir dituliskan bahwa keputusan diserahkan kepada pembaca karena pembaca yang merencanakan perjalanan sendiri.
"Oleh karena itu, yang ditampilkan dalam No List bukan daftar terlarang."
"Sebaliknya, ini adalah janji ketika kita benar-benar membahas tujuan yang disebutkan di sini, di tempat yang menakjubkan, kita akan berwisata dengan bertanggung jawab," tulis Fodor's Travel.
Baca: Kasus First Travel, MA Putuskan Aset Disita Negara, Korban Tak Terima Diminta Iklas dan Ajukan PK
Baca: 10 Tips Solo Traveller Murah ke Korea: Rencanakan Jauh-jauh Hari hingga Gunakan Pemandu Lokal
Baca: Kamu Seorang Traveler? Tips Dapatkan Tiket Pesawat Murah Berikut Patut Dicoba!
Fodor's Travel adalah media wisata yang berawal dari buku panduan wisata dengan cikal bakal pada 1936 di London, Inggris.
Pada 1949, buku panduan wisata modern Fodor's diproduksi di Perancis.
Kemudian, pada 1996 situs resmi Fodor's Travel dibuat.
Selanjutnya, pada 2016 situs ini diakuisisi oleh perusahaan internet di California, Amerika Serikat.
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Silvita Agmasari)