Milomir Seslija mempertimbangkan perbedaan kualitas serta pengalaman yang dimiliki oleh lawan.
Di timnas yang menggunakan kelompok umur, M Rafli hanya akan beradu dengan bek yang sebaya.
Asumsinya, mereka memiliki pengalaman yang tidak jauh berbeda.
Namun, kondisi tersebut menjadi berbeda ketika berlaga di Liga 1.
M Rafli harus berhadapan dengan bek-bek senior yang tangguh, katakanlah Ruben Sanadi, Hamka Hamzah, Otavio Dutra dan lain-lain.
Dalam keadaan tersebut, M Rafli lebih tepat jika berperan sebagai pemain lapis di belakang striker.
Posisi tersebut tepat mengingat M Rafli memiliki mobilitas yang tinggi, serta kemampuan menyelesaikan peluang.
Baca: Alberto Goncalves
Baca: Tak Hanya Persib Legend in Action, Manajemen Rencanakan Duel Legenda Maung Bandung dari Dua Generasi
Timnas Indonesia U-22 Krisis Striker Murni
Sebenarnya, Timnas Indonesia U-22 memiliki banyak opsi striker murni.
Namun, mereka semua tengah berada dalam keadaan cedera.
Satu di antara pemain tersebut adalah Marinus Wanewar.
Selain Marinus, Indra Sjafri juga memiliki opsi Alberto Goncalves.
SEA Games 2019 memang memperbolahkan peserta membawa dua pemain yang berusia di atas 22 tahun, dari 20 skuad yang ada.
Sayangnya, Beto mengalami cedera saat memperkuat Madura United di Liga 1 2019.
Kini ia masih menjalani masa pemulihan.
Karena hal tersebut, Indra Sjafri resmi mencoret Beto.
Baca: Indra Sjafri
Baca: Dimas Sumantri
Jadwal Padat SEA Games 2019
Bukan tanpa alasan jika Indra Sjafri memastikan hanya akan membawa pemain yang prima.
Pasalnya, Garuda Muda akan menghadapi rangkaian jadwal SEA Games 2019 yang sangat padat.
Di fase Grup, anak asuh Indra Sjafri akan melakoni lima laga dalam 10 hari.