Situs-situs 'Lemot' Bakal Ditandai oleh Google Chrome

Google mengumumkan akan membuat aplikasi Google Chrome bisa menandai situs-situs yang lamban dalam memuat halaman.


zoom-inlihat foto
ilustar.jpg
techspot.com
Ilustrasi Google Chrome. Situs-situs 'Lemot' Bakal Ditandai oleh Google Chrome.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Google merencanakan untuk menandai situs-situs yang terdeteksi lamban dalam memuat halaman.

Rencana yang bakal dituangkan ke peramban Chrome versi mobile ini disebarluaskan oleh Google melalui blog resminya.

Google sebenarnya belum memastikan bagaimana mekanisme penandaan situs tersebut akan diterapkan ke pengguna umum secara spesifik dan waktu perilisannya.

Namun, ada beberapa aspek penandaan yang tengah Google telusuri untuk kepentingan uji coba.

Baca: Pendiri WhatsApp Ajak Para Pengguna untuk Hapus dan Tinggalkan Facebook

Baca: Berkasih di Facebook, Seorang Pria di Merangin Ditipu Rp 141 Juta, Pelaku Ternyata Laki-laki

Baca: Inilah Smartisan Jianguo Pro 3, Smartphone Pertama Buatan Tiktok dengan Spesifikasi Mumpuni

Beberapa di antaranya melalui loading screen atau layar putih yang mejeng ketika Chrome sedang memuat halaman, hingga penggantian warna progress bar yang mengindikasikan kecepatan situs tersebut.

Google juga bakal memberikan informasi apakah sebuah situs tergolong "lemot" atau tidak, melalui menu yang akan muncul sebelum pengguna mengklik sebuah tautan.

Di bawah inilah gambaran pelabelan situs berdasarkan tingkat kecepatannya yang tengah diuji coba Google di aplikasi Chrome.

Ilustrasi Google Chrome menandai situs yang lambat.
Ilustrasi Google Chrome menandai situs yang lambat. (Ubergizmo)

Seperti tampak pada gambar di sebelah kiri, nantinya pengguna bakal disuguhkan dengan keterangan "usually loads slow" ketika mereka sedang mengakses sebuah situs yang terdeteksi tidak ramah bandwidth.

Sementara untuk situs yang mampu memuat halaman dengan cepat, Google bakal memberikan tanda dengan mewarnai progress bar yang terletak di bawah adress bar (kotak alamat URL) dengan nuansa hijau, seperti gambar di sebelah kiri di atas.

Situs yang belum tergolong cepat sendiri progress bar-nya masih akan seperti biasa, yaitu warna biru seperti tampak pada gambar di sebelah kiri.

Baca: Penjelasan Pihak Bukalapak terkait Aplikasi Bukalapak yang Hilang di Google Play Store

Baca: Pasca PHK Massal, Bukalapak Dapat Suntikan Investasi Besar dari Korea

Baca: Lazada Group

Lalu, ntuk mengkategorikan situs berdasarkan tingkat kecepatannya, Google mengandalkan data riwayat kecepatan akses masing-masing situs.

Ke depannya, Google berencana untuk menandai situs yang lemot ini berdasarkan kecepatan internet pengguna dan perangkatnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Ubergizmo, Rabu (13/11/2019).

Meski rencana ini dijelaskan secara rinci, pihak Google belum mau membeberkan kapan penandaan situs ini bakal diterapkan kepada pengguna umum lantaran masih dalam tahap uji coba.

Game terbaru Google

Sebelumnya Google telah menambah aplikasi yang punya fitur dark mode atau mode gelap miliknya.

Mode gelap telah hadir pada browser Google Chrome versi 76.

Sesuai dengan namanya, mode gelap dapat mengubah warna dominan latar belakang aplikasi menjadi gelap atau kelabu.

Mode gelap dianggap lebih ramah pada mata pengguna dan dapat membuat daya tahan baterai perangkat jadi lebih lama karena lebih minim daya.

Baca: Google Doodle Peringati Hari Ayah Nasional 12 November 2019, Berikut Sejarah Hari Ayah di Indonesia

Baca: Pasangan Bugil Bermesraan di Pinggir Jalan Tertangkap Gambar di Google Street View

Baca: Ajaib, Setelah 22 Tahun Hilang, Pria Ini Ditemukan Secara Tak Sengaja Melalui Google Maps

Chrome 76 adalah versi terbaru dari peramban tersebut yang dapat diunduh baik pada komputer desktop maupun perangkat dengan sistem operasi Chrome OS.

Hadirnya mode gelap pada Google Chrome sebenarnya sudah diprediksi sejak lama.

Pada akhir April lalu, Google juga merilis mode gelap pada Chrome versi Android meski belum sempurna.

Ilustrasi Google Chrome di laptop.
Ilustrasi Google Chrome di laptop. (9to5Google)

Kala itu, mode gelap yang tersedia harus diaktifkan dengan cara yang cukup merepotkan.

Pengguna harus mengetik " chrome://flags" tanpa tanda kutip pada kolom pencarian dan tekan enter atau klik telusuri.

Setelahnya, pengguna akan masuk pada menu Google Chrome Flag.

Untuk menemukan tombol aktivasi mode gelap, pengguna cukup mengetik "Android Chrome UI dark mode", kemudian tekan enter.

Selain "dark mode", Chrome 76 juga memiliki sejumlah peningkatan lain di antaranya adalah dari sektor keamanan.

Baca: Google Terapkan Pajak untuk Pemasang Iklan Google Ads di Indonesia Mulai Oktober 2019

Baca: 5 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Driver Ojol Hingga Miliki Akun YouTube

Baca: Tonight Show NET TV Izin Pamit Trending Topic di Twitter, Inikah yang Sebenarnya Terjadi?

Google telah menambal celah keamanan yang memungkinkan peretas mengintip aktivitas pengguna meski dalam mode penyamaran (Incognito).

Kemudian, selain hadirnya mode gelap, Google juga mematikan Flash secara default pada Chrome 76.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menonaktifkan penggunaan Flash pada tahun 2020 mendatang.

Selain Chrome 76, Google sendiri sudah menyediakan fitur mode gelap pada sejumlah aplikasi dan layanan miliknya seperti YouTube, Google Keep, hingga pada Android Q.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Bill Clinten)





Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved