Event ini selalu melibatkan komunitas-komunitas dan para musisi-musisi muda, baik lokal maupun internasional.
Hal ini memang disengaja untuk lebih membuka ruang ekspresi yang beragam dan luas dan diharapkan menjadi wadah persemaian para musisi-musisi muda berbakat.
Tidak sebatas pada mempresentasikan para musisi-musisi yang sudah mapan tetapi juga para musisi-musisi muda yang berpotensi dan kreatif.
Workshop yang selalu dilaksanakan di setiap Ngayogjazz juga menjadi ajang untuk bertukar dan membagikan pengalaman antara musisi- musisi yang lebih senior kepada generasi dibawahnya.
Bukan hanya musisi dalam negri saja yang menjadi penampil di setiap perhelatan Ngayogjazz.
Tercatat musisi-musisi jazz Internasional seperti Toninho Horta, Harri Stojka, Mezcal Jazz Unit, Jen Shyu, Jerry Pelegrino, Erik Truffaz, Brink Man Ship, Baraka, dan D’Aqua pernah berpartisipasi di Ngayogjazz.
Baca: Terlihat Manglingi, Via Vallen Dituduh Lakukan Operasi Plastik, Ini Fakta Sebenarnya
Penyebab meninggalnya Djaduk Ferianto
Dilansir Kompas.com, Djaduk meninggal dunia saat berada di rumah seusai mengikuti rapat Ngayogjazz.
"Di rumah sempat tidur, lalu terbangun dan merasa kesakitan. Jam 02.30 meninggal di rumah," kata Board Creative Ngayogjazz, Novindra Dirantara, kepada Kompas.com, Rabu pagi.
Sebelumnya, Djaduk diketahui masih terlihat sehat saat rapat Ngayogjazz bersamanya.
Menurutnya, Djaduk Ferianto sempat terbangun dari tidurnya dan merasa kesakitan.
"Saat bangun, beliau merasa kesemutan di tubuh dan bicaranya sudah enggak jelas," kata Vindra.
Vindra mengaku diberi kabar oleh keponakan Djaduk yang tinggal bersama.
"Saya baru dikasih info dari keponakannya jam 3 pagi tadi. Kebetulan selesai rapat Ngayogjazz jam 12 malam, kami pulang ke rumah masing-masing," ujar Vindra.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria/Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)