PAHLAWAN NASIONAL - A.A. Maramis

AA Maramis merupakan tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2019


Melia Istighfaroh

PAHLAWAN NASIONAL - A.A. Maramis
kemenkeu.go.id
Pahlawan Nasional AA Maramis 

AA Maramis merupakan tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2019




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Alexander Andries Maramis lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Juni 1897, meninggal di Jakarta, 31 Juli 1977.

Alexander Andries Maramis merupakan pahlawan nasional yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Alexander Andries Maramis lebih dikenal dengan nama AA Maramis.

Ia pernah menjadi anggota BPUPKI dan KNIP.

Tak hanya itu, dirinya juga pernah menjadi Menteri Keungan Indonesia.

AA Maramis adalah keponakan dari Maria Walanda Maramis.

Maria Walanda Maramis sendiri juga bergelar pahlawan nasional. (1)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Maria Walanda Maramis

  • Kehidupan Awal


Alexander Andries Maramis lahir dari pasangan Andries Alexander Maramis dan Charlotte Ticoalu.

Sekilas nama AA Maramis sama dengan ayahnya.

Meski demikian, sebeneranya terdapat perbedaan dimana nama tengah dan nama depannya dibalik.

Semasa muda, AA Maramis mengenyam pendidikan di sekolah dasar berbahasa Belanda, Europeesche Lagere School (ELS) yang berada di Manado.

Setelah menamatkan pendidikan tersebut, dirinya melanjutkan pendidikan di Batavia (sekarang menjadi Jakarta).

Di Jakarta, ia mengenyam pendidikan di Hogere Burger School (HBS).

Di sinilah awal mula pertemuannya dengan Arnold Mononutu dan Achmad Soebardjo.

Pada tahun 1919, AA Maramis berangkat ke Belanda.

Di sana, dirinya belajar hukum di Universitas Leiden.

Tak hanya belajar saja, di Leiden AA Maramis tergabung dalam mahasiswa Perhimpunan Indonesia atau yang dikenal dengan Indische Vereeniging.

Bahkan, AA Maramis teripih menjadi sekretaris organisasi tersebut pada 1924.

AA Maramis berhasil lulus dan meraih gelar Meester in de Rechten (Mr) pada 1924.

Setelahnya, ia pulang ke Indonesia untuk membuka pratik hukum di Batavia.

Beberapa waktu kemudian, ia pindah ke Palembang. (1)

  • Perjuangan


AA Maramis menjadi satu di antara anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI).

Ia juga tergabung dalam Panitia Sembilan dalam badan tersebut.

Panitia Sembilan adalah kelompok yang dibentuk pada tanggal 1 Juni 1945, diambil dari suatu Panitia Kecil ketika sidang pertama BPUPKI.

Baca: 17 AGUSTUS - Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Baca: Panitia Sembilan

Panitia Sembilan dibentuk setelah Ir Soekarno memberikan rumusan Pancasila.

Panitia Sembilan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). (2)

Maramis mengusulkan perubahan butir pertama Pancasila kepada Mohammad Hatta.

Sebelumnya, ia telah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo.

Pada 11 Juli 1945, Maramis ditunjuk sebagai anggota Panitia Perancang Undang-Undang Dasar.

Panitia itu bertugas untuk membuat perubahan-perubahan tertentu sebelum disetujui oleh semua anggota BPUPK.

Pada tahun 1976 bersama Hatta, AG Pringgodigdo, Sunario Sastrowardoyo, dan Soebardjo, Maramis termasuk dalam "Panitia Lima" yang ditugaskan Presiden Suharto untuk mendokumentasikan perumusan Pancasila. (1)

  • Menteri Keuangan


Selain menjadi bagian dari perumus dasar negara, Maramis kemudian menjabat sebagai menteri dalam susunan kabinet pertama Indonesia.

Ia pernah menjadi menteri negara, wakil menteri keuangan dan menduduki menteri keuangan, setelah Samsi Sastrowidagto berhenti pada 25 September 1945.

Pada tanggal 24 Oktober 1945, Menteri Keuangan AA Maramis menginstruksikan tim serikat buruh G Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern.

Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan tersebut.

Selanjutnya, AA Maramis melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia.

Panitia itu diketuai oleh TBR Sabarudin.

Pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, didampingi oleh Ong Eng Die sebagai Menteri Muda Keuangan, A.A Maramis bertugas untuk mencari dana untuk membiayai angkatan perang, Agresi militer dan berbagai perundingan. (3)

Saat menjadi menteri keuangan, Maramis bersama Sam Ratulangi, ARSD Ratulangi, Otto Rondoniwa membentuk Badan Perjuangan Kris (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi).

Salah satu usaha kongkrit Kris yaitu sebagai wadah perjuangan untuk menunjang kegiatan Maramis selaku menteri keuangan dalam menyediakan dana untuk kelangsungan negara Indonesia.

Kris membuat jalan menembus blokade Belanda untuk membawa opium dan emas ke luar negeri dalam menunjang devisa pemerintah. (4)

  • Penghargaan


AA Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari Pemerintah Indonesia.

Selain itu, ia juga mendapatkan pengahargaan Piagam Muri pada 30 Oktober 2007.

Hal itu karena kiprahnya sebagai Menteri Keuangan pertama yang menandatangani 15 mata uang Republik Indonesia terbitan 1945-1947.

Selain itu, nama AA Maramis juga diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (3)

Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2019, Presiden Jokowi telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh, pada Jumat (8/11/2019).

Satu di antara tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional tersebut adalah AA Maramis. (5)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Alexander Andries Maramis
Lahir Manado, Sulawesi Utara, 20 Juni 1897
Meninggal Jakarta, 31 Juli 1977
Dikenal Sebagai PAHLAWAN NASIONAL
Menteri Keuangan
Anggota BPUKPI


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. id.wikipedia.org
3. www.kemenkeu.go.id
4. www.tribunnews.com
5. www.tribunnewswiki.com


Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved