Ima Mahdiah

Ima Mahdiah merupakan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Ia juga marupakan mantan staf Ahok. Kini namanya mencuat setelah mengungkap kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta 2020.


Ima Mahdiah
KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGI
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-P Ima Mahdiah di ruangannya, lantai 4, gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9/2019)(KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGI) 

Ima Mahdiah merupakan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Ia juga marupakan mantan staf Ahok. Kini namanya mencuat setelah mengungkap kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta 2020.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Nama Ima Mahdiah merupakan politisi dari PDI Perjuangan.

Ia pernah menjadi salah satu tamu dalam acara Mata Najwa bersama DPRD DKI William Aditya.

Ima Mahdiah LAHIR DI Jakarta pada 23 Juni 1991.

Ia lulusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina.

Sejak kuliah, ia pernah diajar oleh Bima Arya yang kini menjadi Wali Kota Bogor.(1)

Baca: Kontroversi Anggaran DKI Jakarta, William Aditya Tak Segan Sebut Anies Baswedan Gubernur Amatiran

Ima Mahdiah 2
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-P Ima Mahdiah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019)(KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)

  • Politik


Ima Mahdiah merupakan mantan staf Basuki Tjahhja Purnama atau Ahok.

Ima Mahdiah, memperoleh suara terbanyak di antara politikus PDI Perjuangan lain untuk daerah pemilihan (dapil) 10 Jakarta Barat.

Dalam rekapitulasi suara KPU DKI Jakarta Jumat malam, (10/5/2019), Ima berhasil meraup 30.591 suara.

Ima Mahdiah telah mengalahkan calon legislative pertahana seperti Merry Hotma dan Raja Natal Sitinjak.

Merry memperoleh 24.803 suara dan Raja sebesar 5.193 suara.

Setelah Ima, peringkat kedua tertinggi diduduki oleh Merry.

Menyusul kemudian Hardiyanto Kenneth dengan perolehan 21.870 suara dan Stephanie Octavia yang menerima 18.000 suara.(2)

Baca: Bahas Beda Gaya Anies dan Ahok saat Susun Anggaran, Najwa Shihab Skakmat dengan Pertanyaan Ini

Ima Mahdiah 3
Caleg DPRD DKI Ima Mahdiah yang juga mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto diambil di Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (30/1/2019).(KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA)

  • Perkenalan dengan sosok Ahok


Perkenalan Ima Mahdiah dengan Gubernur Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dimulai ketika ia masih berkuliah.

Kala itu, di tahun 2010, saat ia baru semester 1 jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina.

Dirinya mendapat tugas Politik Indonesia dari Bima Arya, dosennya saat itu, yang kini jadi Wali Kota Bogor untuk mengikuti keseharian anggota DPR.

Menjadi mahasiswa baru, tentu tugas tersebut membuat Ima kelimpungan lantaran tidak mengenal banyak nama anggota DPR.

Yang dia tahu, hanya berasal dari kalangan selebritis seperti mendiang Adjie Massaid atau Ruhut Sitompul.

Dan para anggota DPR yang lebih populer itu sudah diambil oleh teman sekelasnya.

Ketika sedang dirundung bingung, seorang teman Ima mengeluarkan kartu nama anggota DPR bertuliskan Basuki Tjahaja Purnama, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar.

Baca: William Aditya Sarana

Karena tidak kenal, mereka lalu mencari laternatif lain, pilihannya saat itu jatuh pada politikus Gerindra Dhohir Farisi yang juga suami Yenny Wahid.

Mereka sepakat mengirimkan pesan singkat kepada Dhohir selain Ahok untuk meminta kepastian menjadi narasumber tugasnya.

Siapa yang balas lebih dulu itulah yang dipilih.(3)

Dan Ahok yang paling cepat membalas.

Selang 30 menit sejak pesan dikirim, Ahok langsung memberikan jawaban.

Sedangkan Dhohir Farisi baru membalasnya beberapa jam setelahnya.

Ia dan teman kelompoknya, yang awalnya pesimis mendapat anggota DPR tidak terkenal, langsung berubah drastis saat melihat aksi Ahok di ruang rapat DPR.

Bicara soal e-KTP.

Tak hanya ikut di DPR, Ima juga ikut saat Ahok menemui konstituennya di Belitung saat masa reses.

Di situlah Ima makin dibuat heran dengan sikap Ahok.

Selama lima hari mengikuti Ahok di dapilnya.(4)

  • Staf Ahok


Setiap hari dari pagi sampai tengah malam tak pernah berhenti menemui warga.

Tugas kuliah sudah selesai, tapi komunikasi dengan Ahok terus jalan.

Pada 2011, saat Ahok berwacana untuk maju sebagai calon independen dalam Pilkada DKI 2012, Ima didapuk menjadi salah satu tim suksesnya.

Ima lalu bergerilya ke sejumlah tempat untuk meminta foto kopi KTP sebagai syarat agar Ahok bisa maju lewat jalur independen.

Singkat cerita, Ima pun diangkat jadi salah satu staf Ahok. Ketika Ahok menjabat sebagai wakil gubernur pada 2012.

Hingga akhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta dan lengser pada 2017.(5)

  • Ungkap Anggaran DKI 2020


Ima Mahdiah mengungkap temuan anggaran janggal dalam APBD DKI 2020.

Ima yang merupakan eks staf Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, menyatakan menemukan sejumlah anggaran janggal pada komponen belanja di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Hal itu ia temukan saat menyisir dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang terbaru.

Ima Mahdiah menjelaskan, anggaran janggal itu salah satunya adalah pengadaan pasir untuk anak sekolah.

Tak main-main jumlahnya ialah Rp 52,1 miliar.

Pengadaan pasir itu, kata Ima, masuk dalam kelompok alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMPN, SMK jurusan bisnis manajemen, serta SMK jurusan teknologi.

Dalam dokumen tersebut, kata Ima, pengadaan pasir bukan untuk rehabilitasi sekolah.

Selain pasir, kejanggalan ia temukan dalam beberapa komponen lain.

Misalnya pengadaan helm proyek senilai Rp 34,2 miliar, penghapus cair Rp 31,6 miliar, cat tembok Rp 18,9 miliar, meja tulis Rp 105,3 miliar, serta kaca bening Rp 18, 5 miliar.

Terkait cat tembok, Ima mengatakan kalau ditujukan untuk rehabilitasi, seharusnya tidak masuk ke dalam komonen pengadaan BOP dan BOS.

Lantaran sudah ada anggaran tersendiri khusus utuk renovasi sekolah.

Ima berencana mempertanyakan temuannya itu dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Anggaran janggal dalam APBD DKI 2020 awalnya diungkap oleh Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, yang juga merupakan mantan staf Ahok.

Legislator termuda tersebut mengungkap anggaran pengadaan lem aibon sebesar Rp 82 miliar di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat dan pengadaan ballpoint senilai Rp 123 miliar di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP lainnya, Ida Mahmudah, juga membongkar anggaran janggal jasa konsultan penataan pemukiman kumuh sebesar Rp 556 juta per RW.(6)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Info Pribadi Ima Mahdiah
Lahir 23 Juni 1991, Jakarta
Pendidikan Hubungan Internasional Universitas Paramadina
Karier Politisi, Anggota DPRD DKI 2019-2024
Berita terkini Ungkap kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta 2020


Sumber :


1. www.tribunnews.com
2. www.cnnindonesia.com
3. indonesiasatu.co
4. megapolitan.kompas.com
5. www.tagar.id
6. metro.tempo.co








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved