TRIBUNNEWSWIKI.COM - Andi Gilang Izdihar diumumkan menggantikan Dimas Ekky Pratama di Moto2 2020 saat jumpa pers tim balap yang didukung Honda Racing Corporation di EICMA Milan Motor Show, Selasa (5/11/2019).
Sama seperti Dimas Ekky Pratama, Andi Gilang Izdihar juga pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM).
Andi Gilang Izdihar merupakan satu di antara lulusan pertama Astra Honda Racing School (AHRS).
Baca: Andi Gilang Farid Izdihar
Baca: Dimas Ekky Pratama
AHRS sendiri adalah ajang yang dibentuk AHM sebagai pijakan awal pembinaan balap berjenjang.
Karier balap Andi Gilang mancanegara cukup banyak.
Andi Gilang pernah mendapat juara tiga di Asia Talent Cup 2016.
Dia memenangkan Race 2 Losail, Race 1 Sepang, dan sekali lagi Race 1 Sepang.
Andi Gilang juga sempat membalap di kejuaraan balap ketahanan, Suzuka 4 Hours Endurance Race dan finish di posisi kedua.
Selain itu, Andi Gilang juga berkompetisi di CEV Moto3 Junior dan Asia Road Racing Championship Supersport 600.
Andi Gilang berhasil meraih peringkat kelima pada di ARRC 2018, termasuk dua kemenangan di Sirkuit Sentul.
Sementara itu, performa Dimas Ekky Pratama mengalami peningkatan di Moto2 Malaysia (3/11/2019).
Dimas Ekky Pratama finish di posisi ke-18 di Sepang.
Baca: Benny Hidayat
Baca: Tjetjep Herijana
Pada race sebelumnya, di Jepang, Dimas Ekky menyelesaikan balapan di posisi ke-21.
Moto2 Valencia 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo pada Minggu (17/11/2019) akan menjadi penampilan terakhir musim ini untuk Dimas Ekky.
Penasaran profil lengkap Andi Gilang Izdihar?
Simak profil lengkapnya di bawah ini!
Baca: Asia Talent Cup
Andi Gilang lahir di Bukumba, Sulawesi Selatan, pada 14 Agustus 1997 dari pasangan Andi Surpriadi dan Andi Rina Soviana.
Nama aslinya adalah Andi Farid Izdihar, namun dia mendapat panggilan Andi Gilang.
Ayahnya menyukai dunia balap off-road sehingga tidak mengherankan jika Andi Gilang juga maniak dengan dunia balap.
Andi Gilang sudah tertarik dengan dunia roda dua sejak kecil.
Pada umur delapan tahun, Andi Gilang sudah mendapatkan motor idamannya, yakni motor berjenis Underbone 110 cc.
Andi Gilang sudah debut di dunia balap ketika umurnya belum genap sepuluh tahun, yakni di balap underbone.
Balap perdananya tersebut digelar di kampung halamannya alias Bulukumba.
Andi Gilang sempat mengikuti beberapa balap liar ketika berumur 13 tahun.
Ketika ketahuan ayahnya, Andi Gilang tidak dihukum.
Dia justru didukung ayahnya agar lebih serius menekuni dunia balap.
Orangtuanya kemudian memesan mesin balap dan mendaftarkan Andi Gilang di berbagai ajang balap di Makassar.
Semenjak itu, performanya mulai meningkat dan menarik perhatian.
Pada tahun-tahun awal balapan, kedua orangtuanya selalu mengantarkan Andi Gilang ke track balap, meskipun jaraknya jauh dan melelahkan.
Orangtua Andi Gilang juga mengirimnya ke sekolah balap.
Astra Honda kemudian menawarkan Andi Gilang di program Honda Racing School.
Pada 2010, Andi Gilang bergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT) dan mulai membalap di Indospeed Racing Series menggunakan CB150R.
Tiga tahun kemudian, dia menjuarai kelas 110 cc dan 125 cc.
Andi Gilang berhasil menyumbang medali emas untuk Jawa Barat di kelas 125 cc perorangan pada PON 2016.
Asia Dream Cup, Asia Talent Cup, dan ARRC SS600
Andi Gilang debut di Asia Dream Cup pada 2014 dan langsung merah peringkat keenam pada musim perdananya.
Pada tahun yang sama, Andi Gilang debut di Asia Talent Cup dan mendapat peringkat ke-21.
Dia berhasil memenangkan Race 2 Losail dan mendapat podium dua di Race Sepang pada musim selanjutnya.
Andi Gilang mendapat 104 poin dan menempati peringkat kesembilan pada Asia Talent Cup 2015.
Performa Andi Gilang naik drastis pada musim 2016.
Dia mendapat tiga kemenangan, yakni di Race 2 Losail, Race 1 Sepang, dan Race 1 Sepang.
Selain itu, dia juga mendapat podium dua di Race 1 Zuhai.
Andi Gilang berhasil mendapat peringkat ketiga di Asia Talent Cup 2016, di bawah Somkiat Chantra dan Ai Ogura.
Pada tahun yang sama, Andi Gilang juga membalap di CEV Moto3 bersama Astra Honda Racing Team.
Dia mendapat peringkat ke-32 di musim debut.
Pada musim 2017, Andi Gilang berhasil naik ke peringkat ke-17.
Dia juga sempat menjadi wild card di ARRC kelas AP250.
Setahun kemudian, Andi Gilang membalap di ARRC kelas Supersport 600 dan posisinya di CEV Moto3 digantikan Gerry Salim.
Dia berhasil memenangkan balapan di Sirkuit Sentul dan mengakhiri musim di peringkat kelima.
Selain itu, dia juga sempat membalap di Suzuka 4 Hours Endurance Race pada 2015 (mendapat peringkat dua) dan Suzuka 8H Endurance Race pada 2018 (mendapat peringkat ketujuh).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)