Pada umur delapan tahun, Andi Gilang sudah mendapatkan motor idamannya, yakni motor berjenis Underbone 110 cc.
Andi Gilang sudah debut di dunia balap ketika umurnya belum genap sepuluh tahun, yakni di balap underbone.
Balap perdananya tersebut digelar di kampung halamannya alias Bulukumba.
Andi Gilang sempat mengikuti beberapa balap liar ketika berumur 13 tahun.
Ketika ketahuan ayahnya, Andi Gilang tidak dihukum.
Dia justru didukung ayahnya agar lebih serius menekuni dunia balap.
Orangtuanya kemudian memesan mesin balap dan mendaftarkan Andi Gilang di berbagai ajang balap di Makassar.
Semenjak itu, performanya mulai meningkat dan menarik perhatian.
Pada tahun-tahun awal balapan, kedua orangtuanya selalu mengantarkan Andi Gilang ke track balap, meskipun jaraknya jauh dan melelahkan.
Orangtua Andi Gilang juga mengirimnya ke sekolah balap.
Astra Honda kemudian menawarkan Andi Gilang di program Honda Racing School.
Pada 2010, Andi Gilang bergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT) dan mulai membalap di Indospeed Racing Series menggunakan CB150R.
Tiga tahun kemudian, dia menjuarai kelas 110 cc dan 125 cc.
Andi Gilang berhasil menyumbang medali emas untuk Jawa Barat di kelas 125 cc perorangan pada PON 2016.
Asia Dream Cup, Asia Talent Cup, dan ARRC SS600
Andi Gilang debut di Asia Dream Cup pada 2014 dan langsung merah peringkat keenam pada musim perdananya.
Pada tahun yang sama, Andi Gilang debut di Asia Talent Cup dan mendapat peringkat ke-21.
Dia berhasil memenangkan Race 2 Losail dan mendapat podium dua di Race Sepang pada musim selanjutnya.
Andi Gilang mendapat 104 poin dan menempati peringkat kesembilan pada Asia Talent Cup 2015.
Performa Andi Gilang naik drastis pada musim 2016.