TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pergoki dua orang maling masuk rumahnya, ibu hamil di Florida, Amerika Serikat menembak mereka dengan pistol senapan berjenis AR-15.
Juru Bicara Kepolisian wilayah Hillsborough, Amanda Granit menuturkan senapan yang digunakan merupakan milik sang suami.
Berkat kejadian tersebut, alhasil satu dari dua maling terluka saat peluru mengenainya.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Old Welcome di Lithia, Florida, Amerika Serikat, 25 mil dari daerah Tampa, seperti dilansir NBC News, (5/11/2019).
Baca: Seorang Hakim Tembak Dirinya Sendiri di Ruang Sidang setelah Bebaskan Terdakwa 5 Pria Muslim
Baca: Seekor Anjing Laut Ditembak di Wajah, Pihak Konservasi Siapkan Rp 45 Juta Bagi yang Tahu Pelaku
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan kepolisian Hillsborough, Frank Losat, dua orang perampok menerobos rumah pada pukul 09.00 malam waktu setempat.
Sang suami yang menyadari ada hal yang mencurigakan dan kemudian memeriksa.
Dua orang perampok ini kemudian mengancam pria pemilik rumah dan memukulnya dengan menggunakan pistol milik si maling.
Istrinya yang masih hamil ini kemudian mengambil senjata milik suaminya berjenis AR-15 yang dilegalkan di wilayah ini.
Setelah itu, sang istri menembaki dua perampok ini beberapa kali dan mengenai satu orang perampok
Sambil terluka, keduanya kemudian kabur ke sekitar parit rumah.
Tak lama setelahnya, satu orang terjatuh dengan luka serius dan dipastikan tewas.
Sementara satu orang lainnya dilaporkan melarikan diri.
Pihak kepolisian masih mencari satu orang pelaku ini pada Senin waktu setempat.
Keterangan Suami
Jeremy King, sang suami dan pemilik rumah mengatakan, dia (si perampok) akan mati jika tak memikirkan ada perempuan yang hamil 8 bulan.
Ia mengaku melihat kedua perampok membawa pistol dan sempat menembaknya sekali.
"Mereka datang dengan membawa dua buah pistol, sayangnya, senjata AR-ku menghentikannya, " ujar Jeremy King, kepada Bay News 9.
"Istriku melakukan itu karena melihat mereka (para perampok) akan membunuhku, " kata Jeremy.
Baca: Senapan Lee-Enfield
Baca: Seorang Wali Kota di Filipina yang Masuk ‘Daftar Narkoba Duterte’, Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
Jeremy King mengalami luka retak di bagian areal mata dan rongga hidung , serta gegar otak yang kemudian mendapat 20 jahitan.
Diakui oleh Jeremy King, dirinya di rumah bersama istri dan anak pertamanya yang berumur 11 tahun.
Sang anak berada di rumah saat kejadian perampokan terjadi.
Ia dan istrinya mengaku tidak tahu menahu identitas perampok rumahnya.
Pihak kepolisian akui hal yang dilakukan perampok bukan sesuatu yang spontan.
"Keluarga ini juga menjadi target mereka", ujar Frank Losat.
Jenazah Pelaku Telah Dievakuasi
Sedangkan jenazah satu orang pelaku yang tewas telah dievakuasi oleh kepolisian.
Deputi kepolisian menjelaskan identitas pelaku berumur sekitar 20an.
Namun identifikasi lebih rinci, masih akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
--
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)