TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilik anjing mengatakan anak anjing miliknya, Molly, mati karena serangan jantung setelah ketakutan mendengar letusan kembang api.
Molly, anak anjing betina berjenis Terrier dikabarkan mati karena ketakutan suara letusan keras kembang api di wilayah Wombwell dan Darfied, South Yorkshire, Inggris.
Kabar kematian anak anjing ini diunggah oleh sang pemilik, Susan Paterson di grup media sosial Facebook, Wombwell Wise, dilansir SkyNews, Senin (4/11/2019).
"Tolong pikirkan binatang. Molly hanya berumur 18 minggu dan mati karena takut kembang api", tulisnya.
Paterson menambahkan, "Terima kasih atas seluruh komentarnya. Kami menerima keadaan yang menimpa kami dan ketakutan suara kembang api lagi malam ini."
"Molly mungkin telah mati, namun ia tidak akan pernah lupa dan akan terus hidup di hati kami" tulisnya.
Pemilik anak anjing ini juga mendesak masyarakat untuk menandatangani petisi yang berisi tinjauan ulang aturan seputar kembang api yang ditujukan untuk melindungi binatang.
Sampai saat ini, petisi yang dibuat telah mencapai hampir 500.000 tanda tangan.
Ternyata tak hanya sang pemilik Molly saja yang kecewa karena binatang peliharaannya mati.
Seorang pemilik kelinci juga merasakan hal yang sama.
Baca: Seekor Anjing Laut Ditembak di Wajah, Pihak Konservasi Siapkan Rp 45 Juta Bagi yang Tahu Pelaku
Baca: Sparta, Anjing Belgian Malinois Ini Meninggal di Pelukan Bima Aryo: Kalau Mau Pergi Nggak Apa Sayang
Pemilik Kelinci Ungkap Kekecewaan yang Sama
Seorang pemilik binatang peliharaan lainnya turut mengungkapkan kekesalan yang sama kala kelinci jantannya mati karena ketakutan suara letusan kembang api.
Donna Pilgrim, sang pemilik membagikan foto-foto kelincinya, Archie, yang gemetar karena takut suara kembang api.
Ia menjelaskan saat Archie, "menjerit-jerit dan berbaring miring" setelah mendengar ledakan.
Archie juga tak berhenti gemetaran, ujar sang pemilik, lalu mati pada pagi harinya.
Binatang Diduga Dapat Stress Karena Suara Kembang Api
Sejak tahun 2014, organisasi amal yang menggalakkan kesejahteraan hewan, Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) melaporkan telah menerima 2.285 laporan efek kembang api terhadap binatang peliharaan
RSCPA juga menuntut kepada otoritas terkait agar diadakan pembatasan produk kembang api.
Sebuah survei yang dilakukan organisasi nirlaba menemukan bukti bahwa 62 persen pemilik anjing mengatakan binatang mereka tampak stress sepanjang musim kembang api.
Sekitar 54 persen pemilik kucing juga melaporkan hal yang sama.