Anggarkan 1,1 Triliun untuk Bangun Trotoar, Kadis Bina Marga DKI Sebut untuk Fasilitasi Masyarakat

Kadis Bina Marga berikan penjelasan terkait anggaran dana pembuatan trotoar yang capai Rp 1,1 triliun


zoom-inlihat foto
kadis-bina-marga.jpg
Kompas.com
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menjelaskan revitalisasi trotoar di 31 ruas jalan di Taman Sepeda, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).(KOMPAS.COM/NURSITA SARI)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dinas Bina Marga DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar Rp 1,1 triliun untuk pembangunan trotoar.

Proyek pembangunan trotoar tersebut menjadi bagian dari Kegiatan Strategis Daerah (SKD).

Terkait hal ini, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho memberikan penjelasannya.

"Ya sempat ditanyakan kenapa bisa sampai Rp1,1 triliun. Tapi kita jelaskan bahwa ke depan kita membuat trotoar untuk mengintegrasikan warga masyarakat masuk ke MRT, LRT, BRT. Jadi dapat memfasilitasi pejalan kaki," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Sabtu (2/11/2019) seperti dikutip Tribunnewswiki dari Wartakota.

Hari juga mengatakan bahwa usulan tersbut sempat dibahas dalam rapat bersama Komisi D DPRD DKI pada pertemuan pertama mereka yang membahas Rancangan kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon ANggaran Sementara (KUA PPAS), Rabu (30/10/2019).

Dinas Bina Marga sendiri awalnya mengajukan anggaran untuk tahun 2020 sebesar Rp 4,1 triliun.

Namun setelah melewati tahapan pemaparan perdana bersama Komisi D, akhirnya anggaran tersebut mengalami pengurangi untuk efisiensi sebesar Rp 3,9 triliun.

 "Pengurangan dari Dinas Bina Marga secara rinci Rp 257 miliar, tapi kita juga belum tahu angka akhir pastinya," kata Hari.

Baca: Viral di Media Sosial soal Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Begini Klarifikasi Disdik DKI Jakarta

Baca: Jelang Pelantikan Presiden 2019, Istana Siapkan Anggaran 1 Miliar untuk Sewa Mobil

Ia menuturkan, Dinas Bina Marga DKI akan kembali melakukan pembahasan anggaran namun menunggu Komisi D selesai dengan SKPD lainnya.

"Masih tunggu Dinas LH, kita tunggu panggilan saja. Hari Minggu pun tetap bisa, kita siap bahas," kata Hari.

Diketahui Dinas Bina Marga DKI saat ini mengerjakan banyak Kegiatan Stategis Daerah seperti penertiban kabel udara, pembangunan trotoar, pembangunan jalur sepeda bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Empat desain trotoar

Dinas Bina Marga DKI Jakarta membuat empat desain trotoar di wilayah setempat hingga 103,7 kilometer sampai 2020 mendatang.

Penerapan empat desain trotoar ini dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho merinci untuk desain perrtama memiliki dimensi lebar di atas 5,5 meter yang bakal terdapat jalur sepeda, trotoar, pembatas jalan dan pohon.

Kemudian untuk desain kedua, memiliki dimensi ukuran dari 3,5 meter sampai 5,5 meter. Desain kedua ini terdapat jalan, jalur sepeda dan trotoar.

“Untuk desain ketiga dimensi lebarnya dari 2 meter sampai 3,5 meter dengan pembagian trotoar dengan pembatas jalan saja,” ungkap Hari .

Terakhir, desain keempat memiliki dimensi lebar dari 1,5 meter sampai 2 meter dengan fasilitas hanya berupa trotoar saja.

Dalam penataan trotoar ini, pemerintah harus memperhatikan karakteristik di wilayah setempat.

Di antaranya pola pergerakan pejalan kaki, integrasi transportasi massal, kondisi lingkungan hingga penciptaan ruang interaksi seperti taman sebagai ruang ketiga.

“Skala prioritas pembangunan trotoar yakni kawasan sekitar terminal bus, stasiun MRT, LRT dan KRL serta sekitar Halte Transjakarta. Termasuk kawasan komersial dan perkantoran juga menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Baca: Rapat dengan Sri Mulyani, Anggota DPR Minta Anggaran untuk Lift yang Sudah Tua

Baca: Soal Anggaran Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Sri Mulyani : Sedang Dibahas dengan DPR

Revitalisasi 47 kilometer trotoar pada 2020

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan anggaran pada 2020 cukup besar karena banyak trotoar yang akan direvitalisasi.

"Di 2020, kita merencanakan anggaran sekitar hampir Rp 1,1 triliun, itu karena agak banyak. Panjangnya (trotoar yang direvitalisasi) untuk tahun 2020 sekitar hampir 47 kilometer," ujar Hari di Taman Sepeda, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Hari juga menyampaikan, penataan trotoar dilakukan sekaligus menata jaringan utilitas.

Karena itu, boks utilitas dibangun di bawah trotoar yang direvitalisasi.

Semua kabel utilitas yang menggantung harus dipindahkan ke bawah, yakni dimasukan ke boks utilitas yang ada di bawah trotoar.

"Begitu kita memperbaiki sistem peningkatan di jalur pedestriannya itu, otomatis kabel yang di atas kita turunkan ke bawah. Jadi, kita sudah siapkan manhole (boks utilitas) dan ducting-nya," kata hari seperti dilansir oleh Kompas.com.

trotoar jakarta
Jajaran tanaman kelapa sawit di depan Menara Mandiri di Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta Selatan. Foto Diambil Kamis (26/9/2019). WARTA KOTA/DWI RIZKI

Pada 2019 juga sudah dilakukan revitalisasi trotoar.

Baca: Wacana PNS Dilarang Kenakan Cadar dan Celana Cingkrang, Haji Uma: Bisa Timbulkan Opini Keliru Publik

Baca: Sebulan Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Digugat Rp 10 Miliar hingga Ditegur Wakil Ketua KPK

Pemprov DKI menyiapkan anggaran Rp 275 miliar untuk merevitalisasi trotoar yang total panjangnya 14 kilometer.

"Untuk pengerjaan (trotoar) di 2019 sih rata-rata hampir 30 persen, 30-35 persen. Kita harapkan di akhir Desember 2019 itu semua akan selesai," ucap Hari.

Pengerjaan trotoar pada 2019 dan 2020 dilakukan di 35 ruas jalan di Jakarta, baik jalan protokol, arteri, maupun jalan penghubung.

Pengerjaan trotoar bertujuan untuk memperbaiki akses pejalan kaki menuju transportasi umum.

Berikut rincian revitalisasi trotoar yang dikerjakan Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada 2019 dan 2020:

Tahun 2019:

1. Jalan DR Satrio

2. Jalan Otto Iskandardinata

3. Jalan Matraman Raya

4. Jalan Pangeran Diponegoro

5. Jalan Kramat Raya dan Jalan Salemba Raya

6. Jalan Cikini Raya 7. Jalan Latumenten

8. Jalan Danau Sunter Utara

9. Jalan Yos Sudarso

10. Jalan Kemang Raya

Tahun 2020:

1. Jalan RA Kartini

2. Jalan Lebak Bulus Raya

3. Jalan Fatmawati

4. Jalan MT Haryono

5. Jalan Dewi Sartika

6. Jalan Gatot Subroto

7. Jalan KH Mas Mansyur

8. Jalan HR Rasuna Said

9. Jalan Kasablanka

10. Jalan Saharjo

11. Jalan Tomang Raya

12. Jalan Cideng Barat atau Timur

13. Jalan Kebon Sirih

14. Jalan Arief Rahman Hakim

15. Jalan Juanda

16. Jalan Letjen Suprapto

17. Jalan Tubagus Angke

18. Jalan RE Martadinata

19. Jalan Kayuputih dan Jalan Balap Sepeda

20. Cabang Jalan Sisingamangaraja, yakni Jalan Hangtuah, Jalan Raden Patah, dan Jalan Pati Unus

21. Cabang Jalan Panglima Polim, yakni Jalan Wijaya II, Jalan Dharmawangsa I, dan Jalan Dharmawangsa II.

 (Tribunnewswiki.com/ Wartakota/Kompas.com/Ami Heppy)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved