Kronologi Kerusuhan
Dilansir Tribunnews dari Kompas.com, banyak cara yang dilakukan Bonek, supporter Persebaya, mulai dari smoke bomb, meninggalkan tribun, hingga diam tak bernyanyi.
Tanda-tanda kekecewaan Bonek tampak sejak awal laga, banyak spanduk protes terbentang di stadion.
Jelang kick off babak pertama, Bonek sudah mulai membakar smoke bomb.
Namun aksi ini tidak berlanjut hingga laga dimulai.
Situasi memburuk ketika Persebaya tertinggal 1-3 dari PSS di babak pertama.
Nyanyian protes dari Bonek pun bergemuruh di stadion.
Tidak sampai disitu, Bonek yang berada di tribun utara keluar dari stadion hingga bagian tersebut kosong.
Setelah itu, Bonek yang berada di tribun lain diam dan tidak menanyikan lagu dukungan untuk sekuat Bajul Ijo yang tengah berlaga.
Ketika babak kedua akan dimulai, pemain Persebaya yang memasuki lapangan disoraki Bonek dengan teriakan 'huuu'.
Hingga pertengahan babak kedua Bonek masih diam.
Di sudut lain, kembang api sudah mulai dinyalakan oleh pendukung Persebaya.
Puncaknya ketika wasit Al Khatiri meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, para supporter mulai turun ke lapangan.
Supporter yang turun ke lapangan tampak menghampiri pemain Persebaya seperti Ruben Sanadi dan Hansamu Yama.
Namun para punggawa Bajul Ijo setelah itu dibawa ke ruang ganti.
Kondisi di stadion tidak hanya aksi supporter yang masuk ke dalam lapangan, melainkan pelemparan botol, penyalaan flare hingga smoke bomb.
Situasi semakin tidak kondusif setelah sejumlah oknum supporter merusak fasilitas stadion hingga membakar salah satu gawang yang ada di dalam stadion.
Baca: Belum Banyak yang Tahu, Ducati Ternyata Pernah Bikin Motor Roda Tiga Mirip Bajaj atau TVS
Baca: HBO akan Keluarkan House of the Dragon, Prekuel yang Berkisah 300 Tahun Sebelum Game of Thrones
Wolfgang Pikal Mundur
Beberapa waktu setelah kerusuhan, pelatih Persebaya Wolfgang Pikal mundur dari posisinya.
Pengunduran diri tersebut diketahui lewat unggahan akun resmi Persebaya Surabaya pada Rabu (30/10/2019).