TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang gadis berusia 16 tahun, berinisial NB, disiksa secara sadis oleh warga satu kampung di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ironisnya, perlakuan tak manusiawi tersebut dimotori oleh kepala desa setempat.
NB mengalami penyiksaan berupa diikat dengan tali, lalu digantung.
Tak hanya itu, warga juga menyetrum tubuh NB hingga gadis belia ini menjerit kesakitan.
Gara-garanya, NB dituding telah mencuri perhiasan cincin emas milik tetangganya.
Namun hingga penyiksaan itu berakhir, tuduhan warga itu tidak bisa dibuktikan.
Akibat perlakuan biadab itu, keluarga NB marah dan melaporkan penyiksaan itu ke polisi.
Menurut Son, keponakannya disiksa karena terus membantah telah mencuri cincin emas milik salah seorang warga.
“Kami sudah lapor polisi dan minta agar proses para pelaku. Kami keluarga besar tidak terima perlakukan ini dan tidak setuju untuk damai. Siapapun pelaku harus diproses hukum," ungkap paman korban, Son Koli.
Baca: Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis untuk Beli Sabu, Disiksa Orangtuanya Jika Pulang Tak Bawa Uang
Baca: Disiksa Bertahun-tahun, 3 Tiga Gadis Cantik Bunuh Ayah Kandung: Namun Ada Aksi Besar Dukung Mereka
"Selain diikat dan digantung pakai tali, keponakan saya ini juga disetrum arus listrik," ungkap Son Koli, Senin (28/10/2019).
Menurut Son, keponakannya disiksa karena terus membantah telah mencuri cincin emas milik salah seorang warga.
“Kami sudah lapor polisi dan minta agar proses para pelaku. Kami keluarga besar tidak terima perlakukan ini dan tidak setuju untuk damai. Siapapun pelaku harus diproses hukum," tegas Son.
"Kami tidak setuju karena kepala desa yang gantung. Kalau memang ada barang bukti, sebagai kepala wilayah proses hukum jangan main hakim sendiri,” kata Son menambahkan.
Son mengatakan, kasus penganiayaan itu terjadi pada 16 Oktober lalu.
Penganiayaan itu disaksikan langsung oleh ibu kandung Noviana.
Sedangkan ayah kandung korban saat ini sedang merantau ke Kalimantan.
"Kami sudah serahkan ke polisi dan kami berharap kasus ini segera diproses hingga tuntas," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, nasib nahas menimpa NB, gadis di salah satu desa di Kabupaten Malaka, NTT.
NB yang berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan yang dilakukan warga dan pejabat desa setempat.
NB disiksa dengan cara diikat tangannya dan dipukuli.
Baca: FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil
Baca: Diduga Curi Emas, Remaja di NTT Dipersekusi Warga hingga Aparat Desa, Keluarga: Korban Trauma Berat
Dia dituduh telah mencuri perhiasan berupa cincin milik seorang warga.
Aksi keji ini menjadi viral di akun Facebook atas nama Phutra Mountain.
NB dalam posisi duduk menggunakan kursi plastik.
Dia lalu dipukul serta digantung pada regel rumah di Dusun Beitahu.
Laporan penganiayaan itu dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/10/2019).
Menurut Ade, kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Kobalima, pada Jumat lalu.
"Masih sementara kita proses kasusnya. Nanti perkembangan kita akan rilis," ujar Ade.
Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila mengaku sudah menindaklanjuti kasus itu.
"Saat ini kami sedang memeriksa saksi," kata Marthen.(*)
Dua Bocah Disiksa hingga Tewas hanya Gara-gara Buang Air Besar di Jalan
Di India, dua bocah dilaporkan disiksa hingga tewas karena diketahui buang air besar di jalan.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/9/2019), dua anak dari kasta Dalit itu awalnya sedang dalam perjalanan mengunjungi kakeknya di distri Shivpuri, Negara Bagian Madhsya Pradesh.
"Mereka berjalan pada pagi buta ketika panggilan alam memanggil, dan mereka harus buang air besar di jalan," terang Inspektur Jenderal Polisi, Raja Babu Singh.
Dilansir AFP, Kamis (26/9/2019), saat sedang buang air itulah, mereka tiba-tiba diserang dan disiksa oleh orang tak dikenal.
"Bocah itu segera dibawa ke rumah sakit. Namun, mereka kemudian tewas akibat luka-lukanya saat menerima perawatan," ucap Singh.
Polisi bergerak cepat dengan menangkap kakak beradik yang diduga sebagai pelaku serangan.
Satu di antaranya disebut punya "gangguan mental".
Kabar insiden tragis itu terjadi di tengah rencana Perdana Menteri India Narendra Modi untuk membuat kebijakan dilarang buang air besar di jalan.
Baca: Suhu Udara Terlalu Panas, Qatar Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar-pasar
Baca: 8 Alasan Mengapa Wanita Scorpio adalah Pasangan Ideal untuk Dicintai
Pada Rabu (25/9/2019), Modi mendeklarasikan kebijakan itu bertepatan dengan 150 tahun hari kelahiran pejuang kemerdekaan Mahatma Gandhi.
Modi yang tengah menjabat di periode kedua, meluncurkan Misi India Bersih pada 2014, menjanjikan toilet seantero negara pada 2019 ini.
Pemerintahannya mengklaim sudah membangun 100 juta toilet di kawasan pedesaan, lokasi utama isu sanitasi di negara berpenduduk 1,3 miliar itu.
Kampanye bernilai miliaran dollar AS itu menggabungkan peningkatan kesadaran, subsidi membuat jamban, dan mempermalukan orang yang masih buang air besar di tempat terbuka.
Kritik yang berhembus menyatakan, kurangnya air maupun perawatan serta lamanya waktu mengubah perilaku masyarakat jadi tantangan program itu.
Pada 2017, seorang pria tewas dihajar setelah mencegah aparat untuk memotret perempuan yang kepergok buang air besar di jalan.
Baca: Tak Dipilih Jokowi untuk Jadi Menteri, Ini Jatah Jabatan Yusril Ihza Mahendra, akan Ada Lembaga Baru
Sebuah jaringan berita meminta kepada masyarakat untuk mengirim video atau foto orang tengah BAB supaya mereka bisa dipermalukan.
Ayah dari bocah yang disiksa itu mengatakan, mereka berada dalam situasi sulit karena menerima siksaan dari kasta yang lebih tinggi.
Kepada Press Trust of India, Manoj Balmiki mengatakan, mereka tidak punya toilet di rumah sehingga dua anak itu harus buang hajat di luar.
"Pelaku melihat mereka dan berteriak. Kemudian kedua bocah itu dipukul dengan tongkat saat buang air besar, dan tewas seketika," ujar Balmiki.(*)