TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, memberi penilaian susunan Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 99 persen dari komposisi ideal.
Arief Poyuono mengungkapkan hal tersebut saat menjadi satu dari beberapa narasumber acara Mata Najwa di Trans7, Rabu (23/10/2019) malam.
Menimpali hal tersebut, Najwa Shihab, host Mata Najwa, mengatakan, "Berarti betul lebih cebong dari cebong".
Sebelumnya, Najwa memberi komentar bahwa Arief Poyuono sudah jarang sekali mengkritik Jokowi.
"Anda lebih cebong dari cebong, karena sudah jarang sekali mengkritik Jokowi," kata Najwa Shihab kepada Arief Poyuono.
Baca: Jabatan Menteri Tidak Menarik bagi 3 Figur Ini, Berani Tolak Tawaran Jokowi: Sampai 4 Kali Nolak
Baca: AHY Buka Suara saat Namanya Tak Masuk dalam Jajaran Menteri Jokowi-Maruf, Ini Pesannya
"Mengkritik itu kan bagus bukan berarti menjatuhkan atau justru negatif, " tangkis Arief Poyuono.
Nah, Arief Poyuono lalu memberi nilai susunan Kabinet Indonesia Maju 99 persen.
"Berarti betul lebih cebong dari cebong," kata Najwa Shihab.
Arief Poyuono menjelaskan cara Jokowi memilih menteri cukup bagus.
"Pemilihan menterinya ini unik, Jokowi melibatkan masyarakat," kata Arief Poyuono.
Baca: Mengintip Koleksi Mobil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Baca: AHY Tak Masuk Bursa Menteri, Annisa Pohan Unggah Quote tentang Kebesaran Hati, untuk Suaminya?
Namun sayangnya, menurut Arief, Jokowi mestinya mendengarkan juga netizen.
"Misalnya manggil menteri ada di medsos, sayangnya harusnya Jokowi memonitor medsos ada tokoh yang dipanggil harus gagal panggil lagi, kaya misal bu Tetty dipanggil mungkin karena ada kasus di KPK, prosesnya pemanggilan menteri ini sudah melibatkan masyarakat, ada kekurangan dalam penyaringan harusnya disaring mendengar juga kata netizen," katanya.
"99 persen, cuma kita belum tahu dari sisi kompetensinya. Kerjanya belum tahu. Kabinet ini team work gak bisa disebut satu-satu," kata Arief.
Gerindra adalah partai oposisi sejak era pemerintahan Jokowi sebelumnya.
Gerindra baru bergabung menjadi partai koalisi pemerintah setelah Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, dua tokoh Gerindra, bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.
Baca: Anang Hermansyah Kritik Penggabungan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata: Akan Ada yang Jadi Anak Tiri
Baca: Akui Tak Sempat Tidur sebelum Pelantikan, Wishnutama Datang ke Istana dalam Kondisi Lapar
Siapa Berkeringat, Siapa Menikmati
Masih di acara Mata Najwa yang mengangkat tema Gono Gini Kursi Menteri, presenter Najwa Shihab menanyakan pendapat Adian Napitupulu soal komposisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi.
Adian juga menjadi narasumber di acara Mata Najwa, Rabu malam.
Najwa Shihab menyinggung pernyataan Erick Thohir, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, yang pernah mengatakan menteri Jokowi harus yang sudah berkeringat.
Pada 17 Oktober 2019 lalu di Kompleks Istana Negara, Erick Thohir menyampaikan harapannya soal sosok menteri yang dipilih Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju.
Erick Thohir berharap menteri yang terpilih adalah orang-orang yang sudah berkeringat saat kontestasi Pilpres 2019.
"Saya selalu bilang siapapun yang terpilih saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin," kata Erick Thohir.
Najwa Shihab kembali menyinggung pernyataan Erick Thohir di Mata Najwa, Rabu (23/10/2019).
Najwa Shihab menanyakan pada Adian.
Menurut Adian, keringat yang dimaksud Erick Thohir harus dijelaskan lebih rinci lagi.
"Keringat seperti apa? Di ruang AC juga keringatan, harus kita bedah lagi, " katanya.
Adian Napitupulu merinci apakah keringat yang dimaksud Erick Thohir selama 10 bulan di Pilpres 2019, atau sejak Jokowi masih di Solo.
"Kapan dan bagaimana mengukur, apa cuma 10 bulan atau dari 2012 dari pindah ke Solo atau cuma 10 bulan ukuran keringat ini, harusnya Erick rinci ukuran keringatnya," kata Adian.
Malah menurut Adian, saat Pilpres 2019 Partai Gerindra juga termasuk yang berkeringat.
"Gerindra juga berkeringat waktu melawan kita kan, artinya kalau tidak dijelaskan keringat itu apa waktu Gerindrabertarung juga berkeringat," katanya.
Adian Napitupulu menilai komposisi Kabinet Jokowi jilid 2 sebesar 90 persen.
"Ada beberapa kurang, terlalu cepat menyimpulkan sekarang, siapa siah yang kemudian belum bekerja sudah kita nilai, memang kita mampu menyenangkan orang dalaam waktu bersamaan?" kata Adian.
Menurutnya, Kabinet Indonesia Maju saat ini mungkin susunan terbaik untuk kondisi saat ini.
"Pasti ada saja yang menolak, pertama kabinet jauh dari kesempurnaan tapi untuk situasi saat ini itu terbaik," katanya.
Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al-Habsyi yang sebelumnya memberi nilai Kabinet Indonesia Maju sebesar 5,5 mengatakan sejak awal dipilih sudah ada isyarat tak bagus dari masyarakat.
"Pasar stimulannya tidak terlalu bagus, itu isyarat umum, market ada suatu yang jadi penilaian," kata Aboe Bakar Al-Habsyi.(*)