Hal tersebut karena dirinya tak dijadikan menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.
Haris Azhar, seorang penggerak HAM menyebut bahwa posisi Ali Ngabalin terancam lantaran Prabowo Subianto masuk dalam kabinet.
Dengan hal itu pasukan dari Prabowo bisa saja masuk ke istana.
Namun, Ali Ngabalin menjawab tuduhan itu dengan tak perlu meragukan posisinya di Istana.
Hal tersebut disampaikan di acara program acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tvOne, Selasa (22/10/2019).
"Jadi bang Haris Azhar, tidak usah antum ragu kalau nanti saya kehilangan panggung dengan adindaku (Dahnil Anzar), tidak, kami ini sama-sama berbagi, dan kami ini sama-sama kader muhammadiyah, saya pemuda muhammadiyah, dia pemuda muhammadiyah, saya kakaknya tidak usah ragu itu bang, untuk kepentingan negara," jawab Ali Ngabalin.
Kemudian Ali Ngabalin tampak bersalaman dengan Dahnil Azhar.
Di sisi lain Ali Ngabalin juga mengatakan bahwa dirinya akan selalu berada di sisi Jokowi.
"Ada jabatan tidak ajabatan saya selalu ada di samping Joko Widodo," katanya.
"Jadi bagi saya ruang publik ada Ali Mochtar untuk menjaga narasi dan diksi yang menyesatkan publik dan masyarakat, saya harus meluruskm," sambungnya.
Sementara itu, Kompas.com mengulas, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan daftar menteri dan anggota Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Rabu (23/10/2019) pagi.
Pengumuman dilangsungkan di Istana Kepresidenan. Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan jajaran kabinet duduk bersama-sama di tangga Istana.
Sambil duduk, Jokowi mengenalkan nama anggota kabinet satu per satu.
Nama yang disebut Jokowi kemudian berdiri memperkenalkan diri.
Berikut ini daftar lengkap Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 yang baru diumumkan Jokowi:
1. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud MD
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno