Mengapa Oktan BBM Harus Disesuaikan dengan Rasio Kompresi Mesin? Simak Alasannya

Oktan BBM yang tidak sesuai kompresi mesin berdampak tidak baik pada kendaraan


zoom-inlihat foto
petugas-spbu-sedang-mengisi-bbm-ke-mobil.jpg
Tribunnews.com
Petugas SPBU sedang mengisi BBM ke mobil


Apa kaitannya dengan anjuran bahan bakar dari pabrikan?

"Nah, dalam keadaan normal. Bensin dan udara yang terkompresi itu akan dibakar oleh busi di TMA. Tetapi, ada keadaan di mana campuran tersebut meledak terlebih dahulu sebelum terbakar oleh busi. Itu yang disebut detonasi dan terjadilah knocking," tambahnya.

Nilai oktan adalah nilai kekuatan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya.

Semakin besar nilai oktan pada bahan bakar, maka semakin tinggi pula tekanan udara yang mampu ditahan.

Karena itu, semakin tinggi kompresi mesin atau tekanan dalam ruang bakar, dibutuhkan bahan bakar yang memiliki performa ketahanan lebih baik alias beroktan tinggi.

Artinya, anjuran oktan pada bahan bakar bukan cuma sekadar angka.

Menggunakan bahan bakar oktan rendah seperti Premium pada mobil modern dengan kompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi.

Detonasi akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang berisiko merusak mesin mobil.

Hal yang sama berlaku untuk sepeda motor.

BBM yang digunakan dianjurkan sesuai dengan kompresi mesin.

Pabrikan biasanya juga sudah menyajikan oktan BBM yang sesuai dengan produknya.

Sebagai contoh adalah Astra Honda Motor.

Agen Tunggal Pemegang Merek tersebut sudah menganjurkan oktan BBM yang sesuai.

Berikut daftar oktan BBM sepeda motor Honda yang dilansir oleh hondacengkareng.com:

Beat (9,2 : 1) Pertalite

Beat FI (9,2 : 1) Pertalite

Beat FI eSP (9,5 : 1) Pertalite

Blade (9,3 : 1) Pertalite

Blade FI (9,3 : 1) Pertalite

CB150R (11 : 1) Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved