Mahfud MD masuk ke dalam Istana Negara dengan melewati pintu yang ramai terdapan para wartawan.
Mahfud MD tiba di Istana Negara sekitar pukul 09.30 WIB.
Terlihat Mahfud MD melambaikan tangan ke arah wartawan saat tiba di Istana Negara.
Saat melewati para pewarta, Mahfud MD pun dicecar sejumlah pertanyaan.
Salah satu pertanyaan yang diajukan wartawan yakni apakah dirinya dihubungi oleh Presiden Jokowi.
"Saya dipanggil. Tapi saya enggak tahu mau ngapain," kata Mahfud singkat. Kedatangan Mahfud ini bertepatan dengan rencana Jokowi mengumumkan.
"Dipanggilnya kapan Pak?," tanya wartawan.
"Sudah sejak tanggal 20, saya kan sudah sering diminta dateng," kata Mahfud MD sambil buru-buru berjalan ke dalam Istana Negara.
Kemudian saat ditanya apakah ada arahan untuk mengenakan kemeja putih, Mahfud MD pun menjawab singkat.
"Nggak ada," katanya sambil buru-buru berjalan.
Jokowi Bakal Umumkan Daftar Menteri Kabinetnya
Jokowi akan umumkan jajaran menteri di kabinetnya, hari ini, Senin (21/10/2019) pagi, Ma'ruf Amin segera bertolak ke Jepang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengumumkan jajaran menteri di kabinetnya, Senin (21/10/2019) pagi.
Pelantikan jajaran menteri itu dikonfirmasi oleh Jokowi sebelum pelantikannya, Minggu (20/10/2019).
"Ya, besok (Senin, red) pagi akan saya kenalkan," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, sebelum berangkat ke acara pelantikannya di gedung DPR/MPR.
Sementara, setelah pelantikan, Ma'ruf Amin langsung terbang ke Jepang untuk menghadiri penobatan Kaisar Jepang yang baru.
Jika jumlah kementerian berjumlah 34, maka jumlah menteri asal parpol yang sebanyak 16 orang sesuai dengan pernyataan Jokowi sebelumnya.
Jokowi sempat menyebut komposisi menteri dari parpol akan berjumlah 45 persen, sedangkan menteri profesional lebih banyak yakni 55 persen.
Namun, saat ditanya apakah ada kader parpol non koalisi yang akan masuk kabinet, Jokowi tak menjawab.
Ia meminta wartawan untuk melihat langsung saat pengumuman menteri.
Selain itu, ada pula menteri lama yang dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat.
"Menteri lama ada, masih banyak, tapi yang baru lebih banyak," kata dia.
Saat ditanyai apakah ada lembaga baru, Jokowi meminta awak media untuk kembali menanti pengumuman.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnewsbogor.com/Vivi Febrianti)