5 Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Ternyata Tak Diundang Jokowi

Kedatangan Tetty Paruntu ke Istana negara bertepatan dengan rencana Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kabinet hari ini.


zoom-inlihat foto
bupati-minahasa-selatan-christiany-eugenia-paruntu.jpg
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu ikut mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) pagi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut ini fakta tentang Christiany Eugenia Paruntu atau yang lebih dikenal Tetty Paruntu datang ke Istana Negara siang ini, Senin (21/10/2019).

Nama Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu tengah menjadi sorotan publik.

Dikutip dari Kompas.com, kedatangannya ke Istana negara bertepatan dengan rencana Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Kabinet Kerja Jilid 2 Jokowi-Ma'ruf Amin hari ini.

Namun, ia tidak menjawab apakah kedatangannya tersebut telah ditunjuk untuk menjadi menteri oleh Jokowi.

Berikut ini tim Tribunnewswiki.com himpun fakta-fakta terkait tentang Tetty Paruntu yang dikutip dari Kompas.com.

Baca: Tanggapan Wishnutama, Erick Thohir, dan Nadiem Makarim saat Ditunjuk Menjadi Menteri Kabinet Jokowi

Baca: Ditanya Soal Posisi Menteri Kabinet Jokowi, Wishnutama Singgung Soal Peningkatan Devisa Negara

Simak selengkapnya di sini!

1. Profil

Tetty Paruntu adalah anak mantan rektor Universitas Sam Ratulangi, Jopie Tarutu dan Jenny Y Tumbuan.

Setelah menjadi rektor, Jopie diketahui menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.

Sementara sang ibu, dua kali menjadi anggota DPRD Sulut.

Periode pertama menjabat sebagai wakil ketua DPRD dan pada periode kedua ia menjadi ketua Komisi E.

Wanita kelahiran 25 September 1967 ini sudah bergabung dengan Partai Golkar sejak tahun 2007.

Ia pernah menjabat sejumlah jabatan seperti fungsionaris DPP hingga Wakil Bendahara I DPD Partai Golkar Sulawesi Utara.

Namun, pada pertengahan tahun ia pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Saat itu tidak banyak pernyataan yang disampaikan oleh Tetty Paruntu saat menjalani pemeriksaan.

2. Didukung Golkar Sulawesi Utara

Golkar Sulawesi Utara mendukung Tetty Paruntu untuk menjadi menteri kabinet Presiden Jokowi.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Sulut, Raski Mokodompit.

Menurutnya, kehadiran Bupati Minahasa di Istana Negara ini harus diamini.

"Harapan besar masyarakat Sulawesi Utara ibu Tetty Paruntu menjadi menteri," kata Raski yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Sulut, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (21/10/2019).

3. Jabatan Tetty Paruntu sekarang

Hingga saat ini, selain menjadi Bupati Minahasa, Tetty masih menjadi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut.

Diketahui, ia menggantikan Stevanus Vreeke Runtu yang merupakan mantan wakil ketua DPRD Sulut dan mantan Bupati Minahasa.

Tetty Paruntu menjabat sebagai Bupati Minahasa Selatan (Minsel) selama dua periode.

Periode pertama ia berpasangan dengan Sonny Tandaju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Minsel.

Pada periode kedua, Tetty berpasangan dengan politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) Franky Wongkar.

Tetty juga dikabarkan akan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara 2020.

4. Peduli lansia

Dalam sejumlah programnya, Tetty juga dikenal memerhatikan para lansia di daerahnya.

Tak hanya itu, program beasiswa yang digagas Tetty untuk pelajar pun juga sangat membantu dan menyentuh langsung para warga di Minsel.

5. Ternyata tidak diundang Jokowi

Tetty Paruntu ternyata tidak diundang oleh Presiden Jokowi saat datang menggunakan kemeja putih ke Istana Negara.

Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Mahmudin menjelaskan bahwa Tetty datang ke Istana karena usulan Partai Golkar sebagai menteri.

Tetty Paruntu bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di kompleks Istana.

"Tadi ada Ibu Tetty usul dari partai Golkar. Beliau bertemu Pak Airlangga," kata Bey kepada wartawan, Senin siang.

Selesai bertemu dengan Airlangga, Tetty langsung meninggalkan Istana namun tidak terpantau keluar lewat pintu tempat awak media menunggu.

"(Tetty) tidak bertemu dengan Jokowi. Yang bertemu hanya Pak Airlangga," ucap Bey.

Namun Bey tak menjelaskan alasan kenapa Tetty tak ikut bertemu Jokowi.

Ia hanya menegaskan bahwa Tetty tak diundang oleh Presiden. "Tidak diundang," ucap Bey.

Baca: Mengenal Wishnutama, Sosok yang dipanggil ke Istana Jelang Pengumuman Kabinet Jokowi

Baca: Ditunjuk Jokowi Masuk Kabinet Kerja Jilid 2, Nadiem Makarim Mundur dari Go-Jek : Ini Kehormatan

Airlangga kemudian memberikan penjelasan yan gtidak gamblang soal kedatangan Tetty dan tidak bertemu Presiden.

"Ya tentu karena beliau sebagai bupati banyak hal yang dibahas. Tetapi juga belum tentu dengan Pak Presiden," kata Airlangga.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Natalia Bulan R P)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved