TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang balita perempuan berusia 17 bulan, menjadi korban kekerasan seksual hingga tewas.
Kejadian bermula saat ibunya meninggalkannya di kamar motel bersama seorang pria yang dia percaya untuk menjaga putrinya.
Menurut polisi, sang ibu, Aija Brown, meminta pelaku, Barron Spurlock untuk menjaga putrinya Nariah sebentar.
Mereka tinggal di Colony House Motor Lodge di Richmond, Virginia, Amerika Serikat.
Namun bukannya dirawat, saat sang ibu kembali, ia menemukan Nariah terluka parah.
Baca: Keluarga yang Viral karena Tinggal Gubuk Serupa Kandang Ayam, Ternyata Punya CBR, Ini Fakta Lainnya
Balita malang itu meninggal karena komplikasi cedera tubuh yang dideritanya.
Nariah meninggal dua hari setelah pemerkosaan yang dilakukan pada 8 Mei 2019 lalu.
Pelaku, Spurlock (25) didakwa melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, menurut polisi.
Brown mengatakan bahwa dia telah mengenal Spurlock selama bertahun-tahun.
Sang ibu juga mengatakan Spurlock sebelumnya pernah menjaga Nariah dan tak terjadi insiden apapun.
Ibu yang berduka itu mengingat saat-saat terakhirnya dengan putrinya.
Baca: 2 Perempuan Muda Perkosa Remaja Usia 19 Tahun: Rekam Adegan Pemerkosaan Lalu Ancam Sebar ke Internet
"Ketika saya memegang putri saya di lengan saya untuk yang terakhir kalinya, saya berkata, 'Sayang, aku mencintaimu. Dan aku akan membiarkanmu pergi pada-Nya. Aku akan tepat di belakangmu. Aku akan berada di atas sana, dan aku akan memelukmu lagi ', " kata Brown kepada media Richmond Times-Dispatch.
Tak lama setelah kematian putrinya, Brown mengatakan penyesalannya meninggalkan putrinya dengan orang yang salah.
"Aku akan selalu melakukan apa pun untuk melindunginya," katanya.
"Dia (Nariah) tidak pernah melakukan apa pun (yang buruk) kepada siapa pun. Dia bukan bayi yang nakal."
"Dia penuh cinta. Dia akan menghampiri orang asing, memeluk mereka dan tersenyum." kata sang ibu.
Letnan Departemen Kepolisian Richmond, Erland Marshall mengatakan penyelidikan atas kasus itu sangat emosional untuk timnya.
Hal ini lantaran usia Nariah dan cedera atas kekerasan seksual yang dideritanya.
Baca: Pengantin Pria Perkosa Pengiring Pengantin yang Mabuk di Ruang Ganti, Kepergok Calon Istrinya
Pria Diduga Perkosa Balita Berumur 2 Tahun, Korban Kritis, Kepolisian Kejar Pelaku
Kepolisian Florida, Amerika Serikat sedang mencari seorang pria yang diduga telah memperkosa balita perempuan berusia dua tahun.
Karena perbuatannya tersebut, sang balita mengalami sejumlah luka di beberapa bagian vital tubuhnya.
Roberto Lopez (40), seorang pekerja dari daerah Immokalee, Florida, Amerika Serikat menurut sherif kepolisian Desa Collier, Florida, adalah pria yang disangkakan melakukan kejahatan tersebut.
Dalam rangka mencari pelaku, pihak kepolisian dilaporkan telah menghubungi sejumlah agen lokal untuk membantu.
Tak hanya itu, mereka juga melakukan kerjasama dengan sejumlah agen kepolisian di negara bagian dan pusat.
"Saya sendiri adalah seorang ayah. Perbuatan itu kejam. Saya takut. Kita harus temukan pria ini" kata seorang pria yang tak ingin disebutkan namanya, seperti dilansir WinkNews.com.
Korban
Beberapa media setempat memberitakan bahwa korban adalah seorang balita berumur 2 tahun.
Namun sebagian media lain tidak menunjukan dengan jelas usia korban.
Hal tersebut tentu berkaitan dengan privasi keluarga.
Berdasarkan surat laporan kepolisian, sebelumnya, sang ayah dan temannya membawa gadis tersebut ke Rumah Sakit Immokalee, Florida pada Senin pagi, (7/10/2019) waktu setempat.
Ayah korban tak kuasa menahan kekecewaan mengatakan bahwa anaknya terus menangis kesakitan.
Setelah ditangani segera, korban selamat dan berada dalam kondisi yang aman di Departemen Keluarga dan Anak, Florida.
Baca: Baru Menikah 2 Bulan, Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas Berpelukan
Penyelidikan Kepolisian
Seorang detektif setempat yang mencoba berbicara pada ayah sang bayi (yang tak mau disebutkan namanya) dan temannya Juan Velasquez.
Beberapa hari kemudian, seorang saksi mata perempuan datang untuk melaporkan kejadian.
Kepolisian berhasil mengidentifikasi sosok bernama Lopez yang diduga tersangka perbuatan tersebut, seperti dilansir oleh MiamiHerald.com.
Masih dilakukan penyelidikan oleh polisi, apa hubungan Lopez dengan balita perempuan tersebut.
Tidak jelas juga apa hubungan antara saksi dengan sang gadis tersebut seperti dilaporkan kepolisian setempat.
Saksi mata menceritakan kepada polisi bahwa sekitar pukul 5 sampai 6 pagi hari Senin, ia bangun dan mendengar suara tangisan yang berasal dari kamar mandi.
"Dia (saksi mata) sedang mengetuk pintu kamar mandi, tiba-tiba seorang pria membuka pintu masuk, dan segera keluar kembali meninggalkan tempat tersebut" ujar detektif dalam laporan kepolisian setempat.
Saat melihatnya, saksi mata mengatakan bahwa ada darah di pria tersebut dan juga di kamar mandi.
Saksi kemudian juga melihat ada seorang gadis kecil di dalam kamar mandi dengan darah.
Saksi mata mengaku tidak pernah melihat pria itu sebelumnya.
Namun demikian, ia bisa mengidentifikasi pelaku melalui foto-foto yang ditunjukkan oleh polisi.
Baca: KESAKSIAN Bekas Tahanan dari Kamp Konsentrasi China: Diperkosa, Dipaksa Aborsi & Steril Pakai Cabai
Pelaku
Kepolisian lokal mengatakan bahwa Lopez terakhir terlihat di sebuah klab di Second Street dan Swalayan Azteca di Immokalee, Florida, Amerika Serikat.
Alamat terakhir Lopez berada di Tower Rentals di Immokalle, Florida, Amerika Serikat.
Dilaporkan oleh kepolisian setempat, bahwa Lopez memiliki beberapa nama samaran seperti: Rigoberto LopezVelasquez; Marco Velasquez; Mario Velasquez; Marcos VasquezPerez; Marcos Velasquez; Rigoberto Lopez; Pascual Lopez Garcia; Marcos Vasquez Perez and Marcos Perez Vasquez.
Untuk membantu mencari pelaku, beberapa media ikut memasang foto pelaku disertai dengan kontak kepolisian setempat.
"Bagi yang mengetahui atau sempat melihat keberadaan Lopez, mohon hubungi nomor berikut: Collier County Sheriff's Office di 239-252-9300 atau di Hendry County Sheriff's Office 863-674-5600" dilaporkan clickorlando.com
(Tribunnewswiki.com/Ekarista/Dinar)