Balita 17 Bulan Disiksa dan Diperkosa hingga Tewas, Pelaku Pernah Menjaga Korban Sebelumnya

Seorang balita perempuan berusia 17 bulan, menjadi korban kekerasan seksual hingga tewas. Kondisinya penuh luka saat ibunya kembali


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kekerasan-pada-anak.jpg
Picture Alliance/ ZB
Ilustrasi kekerasan pada anak. Balita 17 Bulan Disiksa dan Diperkosa hingga Tewas, Pelaku Pernah Menjaga Korban Sebelumnya


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang balita perempuan berusia 17 bulan, menjadi korban kekerasan seksual hingga tewas.

Kejadian bermula saat ibunya meninggalkannya di kamar motel bersama seorang pria yang dia percaya untuk menjaga putrinya.

Menurut polisi, sang ibu, Aija Brown, meminta pelaku, Barron Spurlock untuk menjaga putrinya Nariah sebentar.

Mereka tinggal di Colony House Motor Lodge di Richmond, Virginia, Amerika Serikat.

Namun bukannya dirawat, saat sang ibu kembali, ia menemukan Nariah terluka parah.

Baca: Keluarga yang Viral karena Tinggal Gubuk Serupa Kandang Ayam, Ternyata Punya CBR, Ini Fakta Lainnya

Balita malang itu meninggal karena komplikasi cedera tubuh yang dideritanya.

Nariah meninggal dua hari setelah pemerkosaan yang dilakukan pada 8 Mei 2019 lalu.

Pelaku, Spurlock (25) didakwa melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, menurut polisi.

 Pelaku, Spurlock (25)
Pelaku, Spurlock (25) (WTVG via The Sun)

Brown mengatakan bahwa dia telah mengenal Spurlock selama bertahun-tahun.

Sang ibu juga mengatakan Spurlock sebelumnya pernah menjaga Nariah dan tak terjadi insiden apapun.

Ibu yang berduka itu mengingat saat-saat terakhirnya dengan putrinya.

Baca: 2 Perempuan Muda Perkosa Remaja Usia 19 Tahun: Rekam Adegan Pemerkosaan Lalu Ancam Sebar ke Internet

"Ketika saya memegang putri saya di lengan saya untuk yang terakhir kalinya, saya berkata, 'Sayang, aku mencintaimu. Dan aku akan membiarkanmu pergi pada-Nya. Aku akan tepat di belakangmu. Aku akan berada di atas sana, dan aku akan memelukmu lagi ', " kata Brown kepada media Richmond Times-Dispatch.

Tak lama setelah kematian putrinya, Brown mengatakan penyesalannya meninggalkan putrinya dengan orang yang salah.

"Aku akan selalu melakukan apa pun untuk melindunginya," katanya.

"Dia (Nariah) tidak pernah melakukan apa pun (yang buruk) kepada siapa pun. Dia bukan bayi yang nakal."

"Dia penuh cinta. Dia akan menghampiri orang asing, memeluk mereka dan tersenyum." kata sang ibu.

Letnan Departemen Kepolisian Richmond, Erland Marshall mengatakan penyelidikan atas kasus itu sangat emosional untuk timnya.

Hal ini lantaran usia Nariah dan cedera atas kekerasan seksual yang dideritanya.

Baca: Pengantin Pria Perkosa Pengiring Pengantin yang Mabuk di Ruang Ganti, Kepergok Calon Istrinya

Pria Diduga Perkosa Balita Berumur 2 Tahun, Korban Kritis, Kepolisian Kejar Pelaku

Kepolisian Florida, Amerika Serikat sedang mencari seorang pria yang diduga telah memperkosa balita perempuan berusia dua tahun.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved