Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Baru-baru ini, Mari Elka dikabarkan dicalonkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi wakil Indonesia di Bank Dunia (World Bank).


Melia Istighfaroh

Mari Elka Pangestu
Estu Suryowati/KOMPAS.com
Menteri Perdagangan era Susilo Bambang Yudhoyono, Mari Elka Pangestu, menjadi pembicara seminar Feeding The Zone: International Cooperation, Innovation, Investment in Indo-Pacific Agriculture di Jakarta, Sabtu (14/5/2016).(Estu Suryowati/KOMPAS.com) 

Mari Elka Pangestu merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Baru-baru ini, Mari Elka dikabarkan dicalonkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi wakil Indonesia di Bank Dunia (World Bank).




  • Kehidupan Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mari Elka Pangestu atau yang kerap dipanggil Mari Elka merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mari Elka lahir pada 23 Oktober 1956 di Jakarta.

Ia menikah dengan suaminya, Adi Harsono, dan dikaruniai dua anak bernama Raymond dan Arya.(1)

Baca: Marwan Jafar

Baca: Tiga Alasan Partai Gerindra Dinilai Punya Peluang Besar Masuk Kabinet Kerja Jilid II

  • Pendidikan


Mari Elka Pangestu adalah anak dari ekonom terkenal Indonesia, J. Panglaykim.

Ia memperoleh gelar Bachelor dan Master of Economics dari the Australian National University.

Serta gelar Ph.D. dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis pada tahun 1986.(2)

  • Karier


Mari Elka Pangestu menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia dari 2004 hingga 2011, dan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari 2011 hingga Oktober 2014.

Saat itu, Mari Elka memimpin seluruh negosiasi dan kerja sama perdagangan internasional untuk Indonesia.

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan pada tahun 2004, Mari Elka adalah anggota pimpinan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta dan aktif dalam berbagai forum perdagangan.(3)

Sebelum menjadi menteri, tahun 1987 hingga 2003, ia memberikan saran kebijakan tentang masalah perdagangan dan investasi internasional, ekonomi reformasi politik, dan masalah pembangunan berkelanjutan.

Mari Elka juga seorang salah satu ekonom terkenal Indonesia yang bekerja di berbagai bidang perdagangan internasional, sektor keuangan, ekonomi makro dan reformasi kebijakan di Universitas Indonesia dan Pusat Studi Strategis dan Internasional, serta menjadi konsultan ke banyak organisasi internasional.

Dia dan terus aktif dengan Dewan Kerjasama Ekonomi Pasifik (PECC), Forum Ekonomi Dunia Davos (termasuk di berbagai Dewan Agenda Global), Forum Boao China untuk Asia, Panel Ekonom Asia dan banyak forum kepemimpinan internasional lainnya.

Mari Elka juga pernah bertugas di berbagai dewan perusahaan seperti Astra International.(4)

Selain itu Mari Elka juga merupakan dosen di Universitas Indonesia dan merupakan co-Coordinator Task Force on Poverty and Development untuk United Nations Millenium Project.

Saat ini ia adalah dewan pimpinan UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN), Equal Access Initiative, ANU, dan anggota Women International Council on Women’s Business Leadership.(3)

Mari Elka bekerja dengan Jeffrey Sahcs pada Tinjauan Sekjen PBB Millen-nium Development Goals (MDGs) Review (2003-2005).

Sebagai Menteri Perdagangan ia memainkan peran aktif dalam WTO; memprakarsai berbagai pertemuan Menteri Perdagangan; dan memberikan kepemimpinan dalam kerja sama regional di ASEAN pada 2011, dan di APEC.

Mari Elka menjadi ketua WTO Group-33 (2005-2011), kandidat Direktur Jenderal WTO (2013), memimpin (1987 – 2003) kerja sama antarkawasan untuk Asia Pacific Cooperation Council (APEC) dan ASEAN.

Pada Agustus 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Mari Elka Pangestu dengan Bintang Mahaputera Adipradana (Bintang Kehormatan Adipradana Mahaputera).

Sebuah penghargaan untuk mereka yang memberikan layanan hebat bagi bangsa dan negara.

Pada Desember 2014 ia dianugerahi "pencapaian seumur hidup dalam kepemimpinan" penghargaan selama Forum Perusahaan Cina Dunia di Chongqing Cina.(5)

Tak lagi menduduki posisi di pemerintahan, Mari Elka berkecimpung di dunia organisasi non profit.

Perempuan yang mendapatkan ijazah S2 dari Australia National University itu merupakan presiden dari United in Diversity yang didirikan pada 2003 lalu.

Perempuan yang menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu juga berada di jajaran direktur lembaga think tank ternama Indonesia, Center of Strategic and International Studies, yang berkantor di Jakarta.

Di IMS sendiri, akan berada di atas panggung bersama dengan Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, dan Vice President Unilever Indonesia Hernie Raharja.

Dengan tema "Against The Odds: Charting Your Path as a Woman", Mari Elka berbicara tentang bagaimana perjuangan perempuan untuk mencapai posisi-posisi strategis yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki.(6)


Presiden Joko Widodo mencalonkan mantan menteri era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) untuk duduk dalam pimpinan Bank Dunia.

Ia adalah Marie Elka Pangestu, Menteri Perdagangan masa jabatan 2004-2011 dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2011-2014.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjahitan pada 11 Oktober 2019.

Mari Elka saat ini sedang dalam proses untuk menjadi wakil Indonesia di World Bank.

Menurut Luhut, selama ini Indonesia kurang agresif mencalonkan putra atau putri terbaik bangsa duduk sebagai wakil Indonesia di lembaga-lembaga besar dunia, termasuk di Bank Dunia.

Hal ini membuat jumlah putra atau putri terbaik Indonesia yang mendapatkan kesempatan duduk dalam kursi pimpinan lembaga internasional, sangat sedikit.

Padahal menurut Luhut, sosok seperti Marie Elka Pangestu adalah anak bangsa yang bisa memenuhi kualifikasi sebagai pimpinan lembaga keuangan dunia sekelas Bank Dunia.

Pemerintah akan mendorong Marie agar bisa duduk di kursi pimpinan bank dunia.

Bahkan dikabarkan Presiden Jokowi akan turun tangan langsung.

Sebenarnya, Indonesia pernah memiliki wakil di Bank Dunia.

Bahkan jabatanya sangat tinggi yakni Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Orang tersebut yakni Sri Mulyani yang kini menjadi Menteri Keuangan.(7)

  • Riwayat Karier


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Oktober 2011-2014).

Menteri Perdagangan KIB (2004-2009, 2009-2011).

Menneg Koperasi dan UKM Indonesia ad-interim, 1 Oktober 2008–22 Oktober 2009.

Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.(1)

  • Penghargaan


Berikut adalah penghargaan yang didapatkan Mari Elka:

  • Award dari Eisenhower Exchange Fellow, Individual National Program (1990).
  • Award dari University of California Regents Fellowships (1983-1984).
  • Award dari Australian National University Masters Scholarship (1979-1980)
  • Award dari  Eisenhower Fellowship (2018).(1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Nama Mari Elka Pangestu M.A, Ph.D /Mari Elka
Lahir 23 Oktober 1956, Jakarta
Suami Adi Harsono
Anak Raymond, Arya
Karier Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (19 Oktober 2011 – 20 Oktober 2014)
Menteri Perdagangan Indonesia (21 Oktober 2004 – 19 Oktober 2011)
Menteri Negara Koperasi dan UMKM (1 Oktober 2008 – 22 Oktober 2009)
Pendidikan Australian National University
Universitas California, Davis


Sumber :


1. m.merdeka.com
2. www.wikiwand.com
3. wri-indonesia.org
4. www.anu.edu.au
5. www.csis.or.id
6. www.idntimes.com
7. money.kompas.com


Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved