Menkopolhukam Wiranto Diserang

Wiranto Kena Musibah Ditikam, Mengapa Respon Sebagian Masyarakat Justru Terkesan 'Senang'

Ada yang malah menganggap itu rekayasa. Ada juga yang menuding settingan. Sebagian malah memberi kesan "senang" atas musibah yang menimpa Wiranto.


zoom-inlihat foto
wiranto99775533.jpg
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menko Polhukam Wiranto. Wiranto Jadi Korban Serangan, Mengapa Respon Sebagian Masyarakat Justru Terkesan 'Senang'.


"Akhirnya, ketika ada musibah (pada Wiranto) yang harusnya kita merasa prihatin, belum tentu hal yang sama dirasakan mereka (yang kecewa). Ini malahan jadi kabar gembira, berita yang menyenangkan," sambungnya.

Hening berkata, kedua hal ini secara tidak langsung berkaitan dengan carut marut atas situasi ekonomi, sosial, keamanan, serta politik yang tidak stabil pada Indonesia.

Siapa yang Menikam Wiranto?

Ada fakta baru yang diungkapkan polisi terkait penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Kapolda Banten, Irjen Tomsi Tohir, menerangkan kejadian penusukan ke arah Wiranto.

Menurut Kapolda Banten, pelaku penyerangan pertama adalah Syahril Amansyah alias Abu Rara (30).

Tomsi Tohir menyatakan Abu Rara awalnya menusukkan senjata naruto ke arah Wiranto, namun justru mengenai ajudan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf (MY).

Setelah itu, Abu Rara disebut Tohir melukai  pengurus Mathlaul Anwar, Fuad Syauqi. 

Tak lama setelahnya, sang istri Fitri Andriana (30) juga ikut menerobos penjagaan.

Namun aksi Fitri berhasil dihentikan oleh Kapolsek Kasemen, AKP Cuaib.

"Yang laki-laki (menusuk menggunakan) belati (senjata Naruto), perempuan (menusuk menggunakan) gunting," kata Tomsi.

Belum diketahui, siapa dari kedua penyerang yang merupakan suami istri yang berhasil menikam Wiranto.

Baca: Naruto Ultah 10 Oktober, Pisau Mirip Senjatanya Diduga Dipakai untuk Menusuk Wiranto: Ini Wujudnya

Baca: Tak Hanya Penusukan Wiranto, Presiden Soekano juga Pernah Ditembak saat Salat Idul Adha 1962

Polisi telah mengamankan kedua pelaku.

Diidentifikasi oleh kepolisian, kedua pelaku adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto.

Mereka berdua ditangkap dan ditahan di Polda Banten.

Selain Wiranto, dilaporkan bahwa penyerang juga melukai Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto seorang ajudan Danrem dan pengurus Mathlaul Anwar, Fuad Syauqi.

"Dari hasil pemeriksaan sementara kita sudah bisa menganalisa (bahwa penyerang terpapar ISIS)," kata Dedi Prasetyo.

"Kami sedang mendalami tentang jejaring mereka, apakah termasuk dalam jaringan yang terstruktur atau hanya terpapar paham radikalisme saja," ucap Dedi.

Terpapar Ideologi Radikal

Setelah penyerangan terhadap Wiranto, kurang dari satu jam, pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku terpengaruh ideologi radikal ISIS.

Dasar argumen yang diambil kepolisian mengacu pada anggapan bahwa ciri serangan simpatisan ISIS sering menargetkan pejabat pemerintah.

"Mereka menganggap anggota Polri, pejabat publik, khususnya pejabat pemerintah itu sebagai thoghut atau musuh," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada BBC Indonesia.





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved