Kurang dari Satu Jam Polisi Duga Pelaku adalah Simpatisan ISIS, Mengapa? Ini Alasannya

Kurang dari satu jam polisi duga pelaku adalah simpatisan ISIS, berikut adalah pernyataan kepolisian.


Kurang dari Satu Jam Polisi Duga Pelaku adalah Simpatisan ISIS, Mengapa? Ini Alasannya
kolase whatsapp
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam yang merupakan suami istri, 


Kurang dari satu jam polisi duga pelaku adalah simpatisan ISIS, berikut adalah pernyataan kepolisian.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, diserang dua orang berpisau saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Setelah penyerangan terhadap Wiranto, kurang dari satu jam, pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku terpengaruh ideologi radikal ISIS.

Dasar argumen yang diambil kepolisian mengacu pada anggapan bahwa ciri serangan simpatisan ISIS sering menargetkan pejabat pemerintah.

"Mereka menganggap anggota Polri, pejabat publik, khususnya pejabat pemerintah itu sebagai thoghut atau musuh," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada BBC Indonesia.

"Pejabat itu yang mengancam keberadaan mereka," ujar Dedi.

Baca: Putrinya Tusuk Wiranto, Orangtua Fitri Andriana Syok sampai Tak Bisa Menangis

Detik-detik Menteri Wiranto diserang orang tak dikenal saat di Pandeglang
Detik-detik Menteri Wiranto diserang orang tak dikenal saat di Pandeglang (IST)

Tanggapan BIN

Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan, menuding Abu Rara merupakan anggota kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Budi Gunawan yang berada di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta menambahkan polisi juga berupaya mengejar anggota JAD lain yang berkaitan dengan terorisme.

"Kami sudah mengidentifikasi bahwa pelaku berasal dari kelompok JAD Bekasi. Abu Rara awalnya dari JAD Kediri, lalu pindah ke Bogor. Setelah cerai dengan isteri pertama, dia pindah ke Menes. Dia difasilitasi seseorang bernama Abu Samsudin untuk tinggal di sana," ujar Budi.

"Dari awal kami mendeteksi kelompok JAD ingin membuat instabilitas dengan melakukan amaliyah, termasuk Abu Rara," jelas Budi.

Baca: Tak Hanya Penusukan Wiranto, Presiden Soekano juga Pernah Ditembak saat Salat Idul Adha 1962





Halaman
1234
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Fathul Amanah






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved