Polisi Masih dalami Kaitan Pelaku Penusukan Wiranto yang Diduga Terpapar Radikalisme dengan JAD

Salah satu pelaku penusukan Wiranto yang berjenis kelamin laki-laki diduga terpapar radikalisme ISIS.


zoom-inlihat foto
wiranto-tuding-demonstrasi-mahasiswa-ditunggangi.jpg
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (24/9/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menko Polhukam ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Peristiwa penusukan ini terjadi di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, setelah Wiranto meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar.

Terkait dengan peristiwa ini, dua orang pelaku telah diamankandi tempat kejadian perkara.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo memastikan penusuk Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah mempersiapkan aksinya.

Dua orang pelaku tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.  

"Dua orang pelaku diduga laki-laki dan perempuan (inisial) FA, warga brebes," kata Brigjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

Kronologi Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Kronologi Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). (IST)

Sementara yang laki-laki bernisial SA atau Abu Rara kelahiran Medan tahun 1988.

Baca: Video Detik-Detik Menko Polhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang Banten

Baca: Update Kondisi Wiranto Setelah Ditusuk Menggunakan Senjata Tajam oleh Orang Tidak Dikenal

Salah satu pelaku yang berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga terpapar radikalisme ISIS.

"Diduga pelaku terpapar radikalisme, nanti kita coba dalami apakah SA masih punya jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Wiranto sesaat sebelum diserang orang yang menikamnya. (WHATSAPP)
Wiranto sesaat sebelum diserang orang yang menikamnya. (WHATSAPP)

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo juga menyatakan jika saat ini Polri masih mendalami pelaku teersebut masuk jaringan mana.

Polisi juga sedang mendalami senjata tajam yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

"Sedang kami dalami apakah berbentuk pisau atau semacam gunting, tapi yang jelas ini sudah dipersiapkan oleh kedua pelaku tersebut," kata Dedi saat konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

pelaku1
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam yang merupakan suami istri, Syahril Amansyah alias Abu Rara, dan Fitri Andriana (kolase WhatsApp)

Direktur RSUD Berkah yang merawat Wiranto, Dokter Firmnasyah menjelaskan Wiranto mendapat dua luka tusuk yang serius.

"Beliau mendapat dua luka di bawah perut dan ditangani RSUD dalam kondisi sadar," kata Firmasnyah kepada Kompas TV.

Kini, Wiranto sudah dibawa ke RSPAD Jakarta untuk mendapatkan perawatan.

Selain Wiranto, terdapat dua orang lagi yang mengalami luka tusukan yaitu Kapolsek Menes yang mengalami luka di bagian dada dan salah satu ajudan Menkopolhukam.

Ketua MPR Kecam Penusukan Wiranto

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan tanggapannya atas peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto, Kamis (10/10/2019).

Bamsoet mengecam keras peristiwa tersebut karena tindakan ini tidak dibenarkan sama sekali oleh hukum dan Pancasila.

Baca: Prediksi Menteri Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Bakal Diisi Anak Presiden hingga Pengusaha Muda

Baca: Diguncang Gempa 8 Kali, Warga Ambon Berlarian Mencari Tempat Aman

Siapapun pelakunya harus diproses secara hukum agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.

"Kecaman ini bukan karena penusukan ditujukan kepada Pak Wiranto yang kebetulan seorang pejabat publik. Tindakan membahayakan nyawa orang lain, apalagi hal tersebut tidak bisa dapat dibenarkan sesuai aturan hukum dan nilai-nilai Pancasila. Kejadian ini sekaligus menjadi early warning bagi kepolisian yang bertanggungjawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Bamsoet di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

kondisi wiaranto1
Kondisi Wiranto saat dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang (Istimewa)

Lebih lanjut, Bamsoet juga berharap masyarakat tidak terprovokasi atas kejadian tersebut.

Bamsoet percaya, kepolisian bisa segera menyelesaikan masalah ini sesuai ketentuan yang berlaku.

"Walaupun kejadian tersebut berdekatan dengan waktu pelantikan Presiden - Wakil Presiden 2019-2024, namun tak perlu didramatisir secara berlebihan. Kepolisian harus segera mengusut tuntas motif pelaku, agar di masyarakat tidak berkembang berbagai teori konspirasi yang kadangkala justru menimbulkan berbagai prasangka, kekhawatiran dan ketakutan," ujar Bamsoet dikutip Tribunnewswiki dari Tribunnews.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memastikan, kondisi Indonesia secara umum masih sangat baik, aman, damai dan terkendali.

Masyarakat, pelaku usaha, maupun investor tak perlu khawatir.

"Selain ada Polri, kita juga punya TNI yang selalu siap sedia menjaga kedamaian Indonesia. Sinergi Polri dan TNI yang sudah berjalan dengan baik harus terus ditingkatkan. Masyarakat juga tetap waspada terhadap berbagai upaya yang berusaha memecahbelah NKRI," ucap Bamsoet.

(Tribunnewswiki /Tribunnews/ Ami Heppy)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved